Kementrian LHK Ungkap Penyebab Kota Bogor Gagal Sabet Adipura

nilai terendah Kota Bogor antara lain berada di pasar, pertokoan, perkantoran, terminal dan TPA.

Kementrian LHK Ungkap Penyebab Kota Bogor Gagal Sabet Adipura
Humas Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto sedang memperhatikan paparan dari Kementerian LHK, Selasa (10/10/2017). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menjelang penilaian Adipura periode 2017-2018 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2017, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) memberikan pengarahan tentang proses penilaian Adipura Pemantauan 1 dan 2 (P1 dan P2).

Kegiatan pengarahan berlangsung seusai briefing staf dan dipimpin langsung Wali Kota Bogor Bima Arya di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Selasa (10/10/2017).

Salah satu narasumber dari Kementerian LHK Direktorat Pengolahan Sampah Aditya Nugraha menjelaskan, pada tahun 2016 Kota Bogor berada di peringkat 11 nasional untuk kategori kota besar dari 15 Kabupaten Kota.

Baca: Pajak Tempat Hiburan Dan Rumah Makan Meningkat, PAD Kota Bogor Naik 20 Persen

Nilai Adipura yang diraih Kota Bogor hanya  72.70.

Secara rinci Aditya menyebutkan, untuk P1 nilai Kota Bogor 72,59.

Sedangkan TPA 68,40 kemudian rata-rata fisik 72,59, rata-rata (Tempat Pembuangan Akhir) TPA 68,40 dan NF (Sistem Manajemen) 74,75.

"Sebetulnya ini hanya kurang 0,3 untuk meraih Piala Adipura," kata Aditya.

Dia menerangkan, nilai terendah Kota Bogor antara lain berada di pasar, pertokoan, perkantoran, terminal dan TPA.

Baca: Warga Khawatir Masih Ada 1 Ular Sanca Berukuran Besar yang Berkeliaran di Gorong-Gorong

Halaman
12
Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved