Breaking News:

Ban Mobil Tiba-Tiba Pecah Usai Lindas Botol Air Mineral di Jalan Tol, Ko Bisa Sih ?

Dalam perjalanan dari Surabaya menuju Mojokerto, Pak Umam mengalami pecah ban.

Instagram
ban pecah 

tanggal 09/Oktober 2017 Jam 09:02

Kronologi: kepada mobilio berplat F 1378 PJ berwarna putih yang di lengkapi lampu rotator tkp di depan pasar cibinong,kronologi gini sya persis di depan mobilio tersebut liat kaca spion dibelakang dia memakai rotator terus menerus menyalakan klakson secara arogan

dia pepet motor dibelakang sya sampai hampir mau jatuh terus menerus dia melakukan seperti itu dan akhirnya dia salip sya secara arogan

bagi warga sipil sya tidak terima karena dia sudah membahayakan pengendara lain nya lalu pas persis didepan pasar cibinong

sya tegur dengan dia lalu dengan hebat nya orang tersebut bentak2 maki2 suruh pinggir sya

lalu sya minggir turun dari mobil lalu dia dengan penuh kesombongan nya dia bentak2 sya ngajakin berantem

lalu tangan dia sok sok mau mukul sya dengan sombong nya terus sya ajak kekantor polisi mau sya perpanjang masalah ini dia malah down ,

niat saya cuma baik untuk memberitahukan jangan arogan dengan rotator yang dia pakai dijalan ugal2lan sangat membahayakan pengguna lain ,

lalu dengan hebat nya dia bilang mobil saya butut jelek mentang2 bawa Motuba,saya pikir dia sudah hebat lalu kejadian ini di lerai sama anggota TNI disekitar situ.

Ayo share kasus ini semoga bisa buat pelajaran bagi diluar sana yang menyalahgunakan rotator dijalan raya yang sangat bahaya bagi pengendara sekitar kita."

Rupanya, kasus ini langsung ditanggapi oleh pihak Satlantas Polres Bogor.

Melalui akun Instagram-nya, pihak Polres Bogor sudah mendatangi kediaaman pria yang diketahui berinisial SV.

"@tmcpolresbogor - Menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial instagram dengan pemilik akun @indoricer pada tanggal 9 Oktober 2017 terkait kendaraan mobilio putih Nopol F 1378 PJ yang menggunakan rotator/strobo dan bertindak seenaknya di jalan raya, maka Sat Lantas Polres Bogor mengambil tindakan sebagai berikut : .
.
1. Melaksanakan pengecekan data kendaraan, pemilik kendaraan bernama sdr. SV
2. Mendatangi rumah pemilik kendaraan mobilio putih Nopol F 1378 PJ

Melaporkan hasil pengecekan ke rumah sdr. SV yang dilaksanakan pada hari Senin, 9 Oktober 2017 sebagai berikut :

1. Bahwa benar sdr. SV pemilik kendaraan Mobilio Putih Nopol F 1378 PJ
2. Pada saat pengecekan sdr. SV tidak berada di rumah, karena sedang bekerja di bagian marketing ( bukan aparat ) di depok sehingga hanya bisa menemui kedua orang tua sdr. SV
3. Sudah disampaikan perihal kejadian tanggal 9 Oktober 2017 dan kedua orang tua akan menyampaikan kepada sdr. SV dan akan bersedia utk melepas rotator/strobo yang ada di mobilio putih F 1378 PJ
4. Menurut pengakuan orang tua sdr. SV anak yang kalem dan pendiam
5. Kedua orang tua bersikap kooperatif dan bersedia utk bekerja sama apabila sewaktu - waktu diminta keterangan terkait sdr. SV

Kemudian pada hari ini Selasa, 10 Oktober 2017 sdr. SV bersedia hadir di Unit Laka Polres Bogor dan mencopot rotator/strobo dan menyerahkan kepada Sat Lantas Polres Bogor untuk disita dan diamankan"

Diketahui, kalau SV merupakan calon anggota salah satu komunitas mobil Honda Mobilio di Bogor.

Komunitas bernama Mobility Region Bocimi langsung memberikan pernyataan terkait kasus tersebut melalui akun Facebook mereka.

"Perihal : Pernyataan Resmi Mobility Region Bocimi
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan pemberitaan di media social yang dipublikasikan pada tanggal 9 Oktober 2017, bersama ini kami dari Pengurus Mobility region Bocimi perlu menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa benar pengendara kendaraan Mobilio dengan Nomor Polisi F 1378 PJ merupakan Calon anggota dari Mobility Region Bocimi.
2. Bahwa tindakan dari Calon anggota tersebut tidak dapat kami benarkan secara aturan internal organisasi. Sehingga kami akan proses lebih lanjut secara aturan internal organisasi.
3. Bahwa Mobility Regon Bocimi tidak pernah sama sekali menganjurkan kepada anggotanya untuk menggunakan aksesoris rotator selama melakukan perjalanan di jalan raya, baik perjalanan pribadi maupun bersama-sama. Apabila melanggar maka akan diberikan sanksi berdasarkan aturan internal organisasi.
4. Bahwa Mobility region Bocimi selalu mengarahkan kepada seluruh anggota untuk tertib dalam berkendara, baik berkendara secara pribadi maupun bersama-sama.
5. Bahwa Calon Anggota yang bersangkutan telah memohon maaf melalui Pengurus dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali di kemudian hari.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kami dari Pengurus Mobility Region Bocimi memohon maaf atas tindakan yang telah dilakukan oleh calon anggota kami tersebut dan perlu kami sampaikan juga bahwa proses aturan di internal tetap kami lanjutkan.
Selain itu, kami dari Pengurus Mobility region Bocimi mengucapkan terima kasih atas informasi ini, di mana kami anggap ini sebagai bentuk perhatian dari kepedulian masyarakat terhadap kami dalam tertib berlalu lintas di jalan raya.
Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
Pengurus Mobility Region Bocimi"

Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved