Kemacetan di Jalan Siliwangi Bawa Berkah Bagi Pedagang Pisang, Tapi Terkendala Soal Ini

Pada akhir pekan, kawasan tersebut banyak dilintasi kendaraan mobil yang berplat nomor B.

Kemacetan di Jalan Siliwangi Bawa Berkah Bagi Pedagang Pisang, Tapi Terkendala Soal Ini
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Pedagang pisang di Jalan Sukasari, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Kawasan Sukasari menjadi kawasan yang kerap dikunjungi para wisatawan dari luar Kota Bogor.

Pada akhir pekan, kawasan tersebut banyak dilintasi kendaraan mobil yang berplat nomor B.

Maka tak ayal, kepadatan kendaraan acap kali terlihat saat akhir pekan terutama di Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Namun tahukan Anda, kepadatan kendaraan yang terjadi di sepanjang Jalan Siliwangi membawa berkah tersendiri bagi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan itu.

Tak terkecuali pedagang pisang yang hampir di sepanjang Jalan Siliwangi dapat Anda temui.

Menurut seorang pedagang pisang, Opik (66) mayoritas pedagang yang berjualan di kawasan tersebut adalah penjual pisang.

Tak jarang kendaraan yang sengaja berhenti di sekitaran kawasan Sukasari itu untuk membeli pisang.

"Kalau lagi akhir pekan seperti ini suka ramai pembeli, dan banyak juga yang dari luar Kota Bogor," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (21/10/2017).

Dia menyebut bahwa kawasan Jalan Siliwangi itu sebetulnya memang terkenal dengan pedagang pisangnya.

"Iya saya aja sudah 20 tahunan berjualan di sini, jadi warga Kota Bogor juga kalau cari pisang ya mayoritas ke sini," terangnya.

Sayangnya, kata dia, keterbatasan lahan parkir di kawasan tersebut membuat penghasilan dirinya dan pedagang pisang lainnya mengalami penurunan.

"Karena agak ribet juga kalau berhenti di sisi jalan, karena jalannya ga terlalu lebar juga, kadang kan kalau jalan lagi padat banyak yang berhenti parkir di halaman parkir pertokoan, tapi kalau penuh kan ya jalan terus pasti," tukasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved