Terkait Siswa SMP yang Tewas Saat Adu Ilmu Di Rumpin, Ini Kata Nurhayanti

Namun ia tidak menjelaskan secara rinci terkait isi dari pemanggilan sekolah tersebut dengan kementerian.

Terkait Siswa SMP yang Tewas Saat Adu Ilmu Di Rumpin, Ini Kata Nurhayanti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bupati Nurhayanti saat diwawancari wartawan di Puncak, Rabu (29/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA -- Bupati Bogor Nurhayanti prihatin atas kejadian tewasnya pelajar SMP yang tewas duel adu ilmu di Rumpin.

Ia mengatakan kalau dirinya sudah memanggil kedua pihak sekolah masing-masing.

"Kemarin dua sekolah itu kita sudah dipanggil, kan itu ada Asy Suhada dan Asahiliyah ya, itu sudah dipanggil di hadapan menteri kita ngobrol," ujar Nurhayanti kepada TribunnewsBogor.com di Cisarua Puncak, Rabu (29/11/2017).

Namun ia tidak menjelaskan secara rinci terkait isi dari pemanggilan tersebut.

Kemudian Nurhayanti mengaku bahwa setelah kejadian itu, para kepala sekolah SD, SMP dan SMA dikumpulkan untuk diberi pemahaman sebagai upaya agar kejadian adu ilmu seperti di Rumpin tidak lagi terjadi.

"Kemarin kementrian sudah mengumpulkan para kepala sekolah SD SMP SMA, bahwa sesuai dengan undang-undang 19, sekolah itu bertanggung jawab dan mengawal anak-anaknya baik di lingkungan sekolah, di luar, mau pun di rumah," katanya.

Ia berharap, ke depannya tidak lagi terjadi kejadian yang membuatnya prihatin tersebut dengan cara pihak sekolah mengawasi anak-anak bersama para orangtua.

"Jadi masih bersama-sama lah pihak sekolah dengan orangtua, dan orangtua juga saya kira juga mempunyai tugas yg mulia untuk mengawas anak-anaknya," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved