Breaking News:

Warga Puncak Susah Air Bersih Akibat Proyek Cut and Feel, Ini Respon Pemkab Bogor

Warga mengeluhkan proyek Cut and Feel yang merusak kebun, pembatas jembatan hingga pipa air yang membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Istimewa
Warga Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kesulitan mendapatkan air bersih akibat pipa tertutup tanah. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Keluhan warga Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor akhirnya direspon pemerintah Kabupaten Bogor.

Warga Puncak tersebut mengeluhkan proyek Cut and Feel yang merusak kebun, pembatas jembatan hingga pipa air yang membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Yani Hassan, mengatakan bahwa pihaknya segera akan memperbaiki dampak proyek yang dikeluhkan warga tersebut.

"Kami akan perbaiki semua kerusakan yang terjadi akibat proyek cut and feel di lahan relokasi PKL Puncak seperti membuat saluran air, membangun pembatas jembatan dan lainnya," ujar Yani.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan terjun langsung untuk mendata kerusakan yang nantinya akan diganti.

"Kami akan cek ke masyarakat untuk menginventarisir sejumlah kerusakan yang dialami oleh warga Kampung Pensiunan. Pemkab Bogor yang jelas siap melakukan perbaikan atau memberikan ganti rugi," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor keluhkan pipa air mereka yang dipenuhi tanah.

Mereka berharap bahwa Pemkab Bogor bisa memperhatikan dan memberikan bantuan kepada warga kampung tersebut.

"Kami kesulitan mendapatkan air bersih, kebun menjadi rusak dan pembatas jembatan menjadi jebol karena banjir. Kami minta Pemkab Bogor selaku yang punya proyek ini untuk memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami warga di tiga RW," ujar warga sekitar, Ujang Suminta.

Hal itu juga sempat dikomentari oleh Ketua DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kabupaten Bogor Dodi Achdi Suhada dimana ia menduga bahwa di dalam proyek cut and feel tersebut tidak diliputi kajian analisa dampak lingkungan (amdal).

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved