Sepak Terjang Arif Satria, Rektor Baru IPB Periode 2017-2022

Pria kelahiran Pekalongan ini terpilih menjadi Rektor IPB di usianya yang masih muda, yakni 46 tahun.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Humas IPB
Dr. Arif SatriaTerpilih Menjadi Rektor IPB Periode 2017-2022 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afmar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Institut Pertanian Bogor (IPB) melantik Dr Arif Satria menjadi rektor baru periode 2017-2022 melalui Sidang Paripurna Pelantikan Rektor di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor (15/12/2017)

Pria kelahiran Pekalongan ini terpilih menjadi Rektor IPB di usianya yang masih muda, yakni 46 tahun.

Sebelum menjadi rektor, ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB.

Dr Arif menempuh pendidikan sarjana di Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian (Faperta) IPB, lalu melanjutkan studi S2 Sosiologi Pedesaan IPB dan mendapatkan gelar Doktor di Marine Policy Kagoshima University Jepang. Ia juga pernah melakukan Visiting Fellow di University of British Columbia, Kanada.

Dr. Arif tercatat sebagai dosen Fema IPB sejak tahun 2010 setelah sebelumnya mengabdi sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan IPB.

Pernah menjadi penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2012.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Riset dan Kajian Strategis IPB (2008-2010); Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (2010-2014); Wakil Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (2009-2010); dan Anggota Dewan Kelautan Indonesia (2013-2017).

Dr. Arif aktif pun pernah terlibat dalam penyusunan berbagai kebijakan kelautan dan perikanan sejak tahun 2002 seperti penyusunan UU Perikanan 31/2004; Revisi UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; Penyusunan Konsep Ekonomi Biru; serta sejumlah Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri.

Ia juga aktif menulis di media dengan menjadi kolumnis ekologi-politik. Ada lebih dari 120 artikel dimuat di Kompas, Republika, Majalah GATRA, Koran Sindo, TROBOS, Koran TEMPO, Harian Media Indonesia, Sinar Harapan, Jurnal Nasional dan Suara Pembaruan, dan lain-lain.

Selain itu, Dr. Arif juga menjadi Peer Reviewer dan penulis di berbagai jurnal internasional. Seperti Journal of Marine Policy (Elsevier); Journal of Environment and Development (SAGE Publications); Journal of Environment, Development and Sustainability (Springer); Journal of Environment and Sustainable Development (Inderscience); Journal of Regional Fisheries Research, Japan; dan Journal of International Fisheries.

Selama mengabdi di IPB, Dr. Arif berhasil mendapatkan beberapa penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2009 Bidang Ilmu Pengetahuan dari Mendiknas; Yamamoto Award-2008; The First Winner of the JIFRS Yamamoto Prize for the Best Paper, pada International Institute of Fisheries Economics and Trade (IIFET) Conference (2008), di Nha Trang Vietnam.

IIFET sendiri adalah organisasi profesi bidang sosial ekonomi perikanan yang sekretariatnya di Oregon State University, USA; serta Penghargaan Akademisi Peduli Penyuluhan dan SDM Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (2013).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved