Rayakan Tahun Baru Hati-hati Jangan Tiup Terompet Bekas Orang, Waspada Bakteri Difteri

biasanya orang yang terkena difteri dapat dilihat dari selaput tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan.

Rayakan Tahun Baru Hati-hati Jangan Tiup Terompet Bekas Orang, Waspada Bakteri Difteri
tribunnnewsBogor.com/ Naufal Fauzy
Pedagang terompet di Kawasan Puncak 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Jelang tahun baru Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mulai mewaspadai menyebarnya difteri melalui terompet.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Erwin Suryana mengatakan, menjelang pergantian tahun biasanya masyarakat banyak yang berburu terompet untuk memeriahkan malam pergantian tahun.

"Iya, jadi usahakan terompet itu benar-benar steril dan belum digunakan orang yang diduga terjangkit difteri," ujarnya, Jumat (29/12/2017).

Erwin melanjutkan, biasanya orang yang terkena difteri dapat dilihat dari selaput tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan.

Baca: Pedagang Terompet di Kawasan Puncak Masih Sepi, Harganya Mulai Rp 5 Ribuan

Tak hanya itu, sambungnya, disekitar rongga dan mulut orang yang terkena virus difteri terlihat seperti luka dan bernanah.

"Karena itu kita harus pastikan terompet itu benar-benar bersih," ungkapnya.

Sementara itu, menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, dr Agus Fauzi mejelaskan, difteri merupakan infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium Diphtheriae yang baisanya penyakit tersebut mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan.

Baca: Pedagang Terompet Menjamur Jelang Tahun Baru 2018 di Kota Bogor

"Umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak hingga lemas. Bahkan dalan tahap lanjut difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf," terangnya.(*)

Penulis: Damanhuri
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved