Usmar Hariman Sebut Festival Tunggul Kawung Sebagai Simbol Latar Pembentukan Nama Bogor

Festival yang diinisiasi Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) ini dikemas dalam bentuk kompetisi alat musik tabuh

Usmar Hariman Sebut Festival Tunggul Kawung Sebagai Simbol Latar Pembentukan Nama Bogor
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Festival Tunggul Kawung 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Untuk pertama kalinya Festival Tunggul Kawung akan digelar di Kota Bogor.

Festival yang diinisiasi Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) ini dikemas dalam bentuk kompetisi alat musik tabuh atau membranphone yang sumber bunyinya berasal dari getaran membran, kulit atau selaput.

Ketua Umum DK3B, Usmar Hariman menyebutkan, festival ini menjadi menarik mengingat jenis alat musik tabuh cukup banyak, sehingga mampu memunculkan nilai kreativitas dan mengangkat kembali sebutan Tunggul Kawung.

"Sebagai simbol yang menjadi latar pembentukan nama Bogor, pohon aren (kawung) mengandung kesejatian sebagai penopang kehidupan masyarakat, meskipun sudah menjadi tunggul. Karenanya, Tunggul Kawung sebagai nama dan sebutan lain dari Bogor, perlu dikuatkan,” ujar Usmar di Gedung Kemuning Gading Bogor.

Tak hanya itu, festival ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan Kota Bogor secara nasional dan menjadi event penutup akhir tahun yang mengandung bentuk edukatif sekaligus rekreatif.

"Ini merupakan bentuk kegiatan seni budaya yang khas dan menarik, sehingga ke depan diharapkan memperkaya berbagai bentuk helaran yang sudah ada di Kota Bogor,” terangnya

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Tunggul Kawung, Jimmy Carter mengatakan, sebanyak sembilan sanggar akan berkompetisi dengan menghadirkan kreasi alat musik tabuhnya yang terbaik diantaranya Sanggar Citra Budaya, Gandes Pamantes, Sanggar Melati, Gelar Gunara, Andika, Ligar Mandiri, ART, Dewi Sri dan Braja Jaya Ning Ulun dari Sumedang.

"Sanggar-sanggar itu akan mengolah secara kreatif unsur bunyi khas dari alat musik tabuh atau tepuk yang dikreasikan dengan gerak atau kareografi yang atraktif," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.

Dia melanjutkan, dalam helaran yang akan berlangsung pada Sabtu, (30/12/2017) mendatang itu nantinya akan ditampilkan berbagai alat musik seperti gendang, rebana, beduk atau alat musik buatan lainnya yang bersifat membranphone akan menjadi instrumen utama.

"Peserta semaksimal mungkin dituntut untuk menciptakan bunyi yang harmoni, dinamika irama dan komposisi kreatif, mengingat instrumen musik yang dimainkan oleh peserta ini dilakukan secara berkelompok," pungkasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved