Breaking News:

Gempa Banten

Lokasi Korban Gempa di Nanggung Bogor Masuk Wilayah Terisolir, Jalannya Berbatu dan Licin

Setidaknya, waktu yang mesti ditempuh untuk sampai ke lokasi terdampak gempa memakan waktu empat jam perjalanan.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, NANGGUNG - Lokasi perkampungan yang terkena dampak gempa Banten rupanya berada di wilayah terisolir.

Akses jalan yang masih buruk bahkan membuat tim Polres Bogor kesulitan untuk sampai ke Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Setidaknya, waktu yang mesti ditempuh untuk sampai ke lokasi terdampak gempa memakan waktu empat jam perjalanan.

Kapolres Bogor, AKBP A.M Dicky menjelaskan akses menuju ke lokasi mesti menembus jalan berbatu juga licin.

Selain itu pada akses jalan tersebut juga terdapat longsoran batu yang menghalangi sepertiga jalan sehingga truk kecil pun tidak bisa melintas.

"Tempat ini memang agak terisolir karena tepatnya di perkebunan Nirmala, selain jalan yang memang masih berbatu, belum aspal, itu ada batu besar yang jatuh dari gunung menutup sepertiga jalan," ujar Dicky, Rabu (24/1/2018).

Ia mengatakan bahwa jalur tersebut hanya bisa diakses mobil-mobil kecil dan kendaraan motor roda dua sehingga proses penyaluran bantuan agak berat.

"Kita juga mengupayakan juga batu itu akan kita singkirkan, kita minta dari brimob bekerja sama dengan antam untuk menyingkirkan batu itu sehingga arus penyalur barang nanti bisa lancar sampai ke tempat ini," katanya.

Secara bergotong royong, para petugas pun menyingkirkan bongkahan batu yang cukup besar itu dari jalur tersebut.

Di desa Malasari tersebut menurut Dicky ada beberapa kampung yang terkena dampak gempa Banten diantaranya Kampung Cilanggar, Citalahap, Garung, Urug serta Bantarkaret.

"Yang dibutuhkan masyarakat saat ini dan kedepan ini terutama pertama adalah bahan makanan yang bisa langsung dimasak, kemudian juga bahan bangunan, ke depannya bahan bangunan untuk pembangunan rumah-rumah mereka," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved