Pagi Ini Ratusan Massa Aksi Damai 102 Bakal Satroni Kantor Kemenag Kabupaten Bogor

Ratusan warga ini akan menggelar aksi damai 102 di depan kantor Kementiran Agama, Kabupaten Bogor.

Pagi Ini Ratusan Massa Aksi Damai 102 Bakal Satroni Kantor Kemenag Kabupaten Bogor
Istimewa
massa aksi 102 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ratusan warga mulai berkumpul disejumlah titik diwilayah Kabupaten Bogor, Kamis (1/2/2018) pagi ini.

Ratusan warga ini akan menggelar aksi damai 102 di depan kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor.

Korlap Aksi Damai 102, Habib Iye Al-Jufri, mengatakan saat ini warga yang akan melakukan aksi damai 102 di Kantor Kemenag sudah mulai berkumpul di masing-masih wilayah se-Kabupaten Bogor.

Baca: Aksi Damai 102 Akan Digelar Besok, Begini Tanggapan Ketua PCNU Kabupaten Bogor

Namun, ia tidak bisa memastikan berapa jumlah massa aksi damai 102 yang akan menyatroni kantor Kemenag Kabupaten Bogor ini.

"se-Bogor Raya yang bakal ikut, ane gak tau totalnya berapa, lihat sendiri ajah kelokasi," ujarnya saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Kamis (1/2/2018).

Menurutnya, saat ini massa aksi damai 102 sudah mulai berkumpul di Posko sukaraja, kabupaten Bogor.

"Kami sekarang ini masih di Posko Sukaraja," kata dia.

Baca: FPI Serukan Aksi Damai 102 Di Kantor Kemenag Kabupaten Bogor, Gara-gara Tulisan Ini

Seperti diberitakan sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) Bogor Raya serukan 'Aksi Damai 102' yang akan digelar di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor besok Kamis (1/2/2018).

Ajakan tersebut ditujukan ke berbagai kalangan umat Islam yakni alumni 212, majelis Ta'lim, ponpes, ormas Islam, para tokoh Islam, para ulama, santri, mahasiswa Islam, aktivis Islam dan seluruh elemen Islam.

Seruan itu juga tersebar via aplikasi layanan pesan instan WhatsApp yang bertujuan untuk meminta pertanggung jawaban terkait statement Kemenag Kabupaten Bogor yang menyatakan Islam radikalisme dalam sebuah seminar.

Korlap Aksi Damai 102, Habib Iye Al-Jufri, mengatakan bahwa pihaknya meminta pertanggung jawaban kepada Kemenag Kabupaten Bogor terkait penyebutan nama beberapa ormas dalam makalah yang berjudul "Penanganan Radikalisme Islam di Lembaga Pendidikan Tinggi."

"Betul, kami menuntut pertanggung jawaban Kemenag Kabupaten Bogor terkait statemen tersebut," ungkap Habib Iye ketika dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Rabu (31/1/2018).

Penulis: Damanhuri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved