Breaking News:

Kartu Kuning Sampai Galang Donasi, (Bukan) Surat Cinta untuk Zaadit Taqwa Terangkan Kondisi Asmat

Selain itu, ditemukan pula 25 anak suspek campak serta empat anak yang terkena campak dan gizi buruk.

Facebook

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Setelah memberi kartu kuning pada Presiden Joko Widodo, Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Zaadit Taqwa menjadi bahan perbincangan warganet.

Isu gizi buruk di Asmat menjadi satu dari tiga alasan Zaadit memberanikan diri mengganjar Jokowi dengan kartu kuning.

Menurut Zaadit seperti dilansir Kompas.com, Isu gizi buruk di Asmat berdasarkan data Kemenkes menyebutkan, terdapat 646 anak terkena wabah campak dan 144 anak menderita gizi buruk di Asmat.

Selain itu, ditemukan pula 25 anak suspek campak serta empat anak yang terkena campak dan gizi buruk.

BEM UI mempertanyakan mengapa gizi buruk masih terus terjadi meski Papua memiliki dana otonomi khusus yang besar.

Pada 2017, dana otsus untuk Papua mencapai Rp 11,67 triliun, yaitu Rp 8,2 triliun untuk Provinsi Papua dan Rp 3,47 triliun untuk Provinsi Papua Barat.

"Kondisi gizi buruk tersebut tidak sebanding dengan dana otonomi khusus yang pemerintah alokasikan untuk Papua," katanya.

Menanggapi soal ini Jokowi bahkan sampai berencana untuk mengirim Zaadit dan pengurus BEM UI ke Asmat.

"Mungkin nanti ya, mungkin nanti saya akan kirim semua ketua dan anggota di BEM untuk ke Asmat, dari UI ya," kata Presiden Joko Widodo setelah menghadiri Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren Salafiyah Safi`iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018), seperti dikutip Kompas.com dari Antara.

Belum lama ini, Wakil Ketua BEM UI 2018 Eto Idmand Perdina mengatakan, sebelum Jokowi menyampaikan hal tersebut, pihak BEM UI sudah merencanakan melakukan hal konkret untuk membantu saudara-saudara kita di Papua.

Halaman
123
Penulis: Ardhi Sanjaya
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved