Breaking News:

Mahasiswi IPB Sulap Bekatul dan Angkak Jadi Makanan Berserat Tinggi, Seperti Ini Bentuknya

upaya yang dilakukan untuk menurunkan hiperkolesterolemia yaitu dengan mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi serat.

Humas
Camilan penurun kolesterol hasil karya mahasiswi IPB. 

Bekatul merupakan limbah penggilingan padi yang mengandung serat.

Selain bekatul, angkak merupakan beras yang difermentasi oleh kapang.

Bekatul dan angkak mengandung senyawa fitokimia yang dapat menurunkan kolesterol, antara lain saponin, tanin, alkaloid, flavonoid dan fenolik.

Ada tiga tahap penelitian yang dilakukan oleh Ditha yaitu pengujian tanin dan alkaloid pada fraksi air bekatul dan angkak, proses pembuatan agar-agar, karakterisasi kimia dan fisik produk agar-agar.

Baca: Warungnya Viral Saat Banjir, Pecel Lele Cak Hendrix Kini Dibanjiri Pengunjung, Begini Rasa Sambalnya

Karakteristik kimia meliputi analisis proksimat, kadar serat, uji total fenolik dan flavonoid, serta uji in vitro pengikatan kolesterol.

Sedangkan karakteristik fisik meliputi uji organoleptik rating hedonik, analisis warna dan tekstur.

Ditha menguji tiga formula pada pembuatan agar-agar, yaitu dengan menambahkan sodium sitrat sebanyak 0,1 persen, 0,3 persen dan 0,2 persen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan penambahan sodium sitrat sebesar 0,3 persen paling disukai yaitu dengan penambahan bekatul dan angkak sebesar 3,99 persen  dan 0,11 persen dari berat total produk.

Baca: Sudah Punya Pasangan tapi Masih Tertarik Cewek Lain, Ini Cara Menyikapinya

Halaman
123
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved