Pemilik Warung Di Gunung Mas Puncak Tak Terima Dijadikan Kambing Hitam Terjadinya Longsor

Ia juga mengatakan bahwa jika pemerintah ingin merelokasi, pihaknya meminta untuk ditempatkan di tempat yang strategis

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzi
Banguna di sisi Jalan Raya Puncak, Gunung Mas, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Pemilik warung di Jalan Raya Puncak, Cisarua, tepatnya di kawasan Gunung Mas, Kabupaten Bogor menolak bila disalahkan menjadi penyebab terjadinya longsor.

"Kami selaku pedagang di sini, manusia, ya inginnya dimanusiakan lah oleh pemerintah, jangan dibabad habis tapi minta ditata rapi, jangan sampe istilahnya ada kejadian misalkam longsor, yang disalahkan warung," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (9/2/2018).

Ia juga mengatakan bahwa jika pemerintah ingin merelokasi, pihaknya meminta untuk ditempatkan di tempat yang strategis dan tidak membekukan pedagang Puncak.

"Yang namanya fenomena alam, tidak bisa saling menyalahkan, karena istilahnya musibah itu udah ada aturannya dari yang Maha Kuasa," ujarnya.

Warung Endang menjadi satu dari dua lapak yang dibongkar petugas untuk melakukan evakuasi longsor.

Tak hanya itu, setiap warung di wilayah tersebut juga sudah dipasangi surat pemberitahuan dari Satpol PP.

"Diberitahukan kepada seluruh pemilik/ pengelola bangunan/ usaha tanpa ijin/ liar, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan sejenisnya (lapak, warung, tenda, jongko, gerobak) yang berjualan di area rawan bencana longsor Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Utara dan Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Untuk segera mengosongkan dan membongkar seluruh bangunan/ bedeng/ lapak dan sebagainya dalam waktu 1x24 jam sejak dikeluarkan surat pemberitahuan ini," isi dari surat tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved