Breaking News:

Singgung 2 Menteri Jokowi Rangkap Jabatan, Fadli Zon : Kata-Katanya Semakin Tak Bisa Dipegang

"Tidak boleh ngerangkep-ngerangkep jabatan. Kerja di satu tempat saja belum tentu bener, kok," kata Jokowi dalam penggalan video itu.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Masalah rangkap jabatan di tubuh pemerintahan Jokowi kembali disorot beberapa politisi, terlebih dari partai oposisi pemerintah.

Seperti Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria yang mencecar kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko soal menteri yang merangkap jabatan dengan kepengurusan partai.

Dikutip dari Kompas.com, ada dua pembantu Presiden Jokowi yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial Idrus Marham merangkap jabatan sebagai pengurus Partai Golkar.

Airlangga saat ini menjabat Ketua Umum Golkar sedangkan Idrus menjabat Koordinator Bidang Kelembagaan DPP Partai Golkar.

Ia lantas menyinggung janji Jokowi kepada Moeldoko dan meminta mantan Panglima TNI itu menyampaikannya kepada Jokowi selaku orang dekat Presiden.

Baca: Orasinya Di Mata Najwa Dipuji, Ternyata Ketua BEM UGM Ini Lebih Memilih Jokowi Ketimbang Prabowo

"Saran saya agar ini disampaikan kepada Pak Presiden. Karena ini ternyata melanggar Undang-undang No. 39 Tahun 2008 pasal 22. Seorang menteri merangkap jabatan memimpin organisasi yang dibiayai oleh APBN," kata Riza dalam rapat kerja bersama KSP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

"Karena bapak ini dekat dengan Presiden, mungkin Presiden tidak tahu dan tidak mengerti ada aturan ini. Jadi bapak mungkin bisa menyampaikan ke Presiden," lanjut Riza.

Apalagi, kata Riza, Jokowi telah berjanji agar menteri di kabinetnya tidak merangkap jabatan di partai.

Saat Jokowi mengizinkan menterinya rangkap jabatan, ia menilai pemerintah pasti membutuhkan waktu untuk konsolidasi kembali.

Halaman
123
Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved