Begini Kesaksian Keluarga Pria Yang Bawa Senjata Tajam ke Kawasan Pondok Pesantren di Bogor

Namun suatu malam adiknya itu tidak bisa dikendalikan ketika gangguan jiwa yang dialaminya kambuh.

Begini Kesaksian Keluarga Pria Yang Bawa Senjata Tajam ke Kawasan Pondok Pesantren di Bogor
Istimewa
Pelaku berinisal M yang diamankan lantaran membawa senjata tajam ke Pondok pesantren di Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBUNGBULANG - Seorang pria berinisial M berhasil diamankan polisi setelah masuk ke kawasan lingkungan Pondok Pesantren di Kabupaten Bogor.

Pria berusia 33 tahun itu ditangkap lantaran membawa senjata tajam saat mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Arrifaiyah, Kampung Harapan RT 2/ 7, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Menurut kakak kandung pria tersebut, Muhammad Furqon, keseharian pria tersebut seperti warga biasanya seperti ibadah dan bekerja sebagai pedagang.

Namun suatu malam adiknya itu tidak bisa dikendalikan ketika gangguan jiwa yang dialaminya kambuh.

"Kesehariannya mengaji, jualan, biasa gitu, cuma malem itu dia gak kekontrol sama keluarga saya," ujar Furqon kepada wartawan, Jumat (23/2/2018).

Ia juga menjelaskan bahwa adiknya itu sudah pernah dibawa ke RS Marzuki Mahdi pada tahun 2011 bahkan ke tabib dan paranormal pun juga pernah dilakukan.

Selain itu, ia juga mengaku adiknya itu juga pernah menjadi santri namun tidak menetap atau kerap berpindah-pindah.

"Datang gejalanya itu dia pusing, marah-marah gitu, cuma dia kadang sembuh kadang sakit lagi, alhamdulilah dia pernah jadi santri tapi santrinya itu tidak netap, kadang dimana pindah dimana gitu," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena mengatakan, M diamankan lantaran kedapatan membawa senjata tajam dan M masuk ke dalam Ponpes menanyakan tempat kosong di pesantren tersebut sambil meminta minum kepada seorang pengurus Ponpes.

"Karena mencurigakan, pria tersebut langsung diamankan ke kantor Desa Sukamaju untuk dimintai keterangan sebelum pada akhirnya dibawa ke Polsek Cibungbulang," ucapnya kepada wartawan, Jumat (23/2/2018).

Ia melanjutkan, pihaknya akan melakukan identifikasi terhadap identitas pria tersebut menggunakan teknologi mambis.

"Kemudian akan dilakukan pemeriksaan darah dan urine juga, kami akan tetap melakukan observasi dengan ahli kejiwaan untuk pemeriksaan lebih lanjut," tandasnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved