Jusuf Kalla Bocorkan 2 Kriteria Ideal Cawapres untuk Jokowi

Undang-Undang Dasar 1945 hanya membatasi masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya dua periode.

Kompas.com/BIRO PERS SETPRES
Presiden Joko Widodo berlatih memanah di Pusdikzeni, Bogor, pada Sabtu (14/1/2017). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menolak untuk maju lagi sebagai calon wakil presiden ( Cawapres) di Pemilu 2019 mendatang.

Sebab, Undang-Undang Dasar 1945 hanya membatasi masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya dua periode.

Meski begitu, mantan Ketua Umum Golkar itu mengungkapkan dua kriteria ideal sosok cawapres pendamping Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

"Pertama bisa menambah elektabilitas," ujar Kalla usai acara Rapimnas Lembang 9 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Menurut Kalla, siapapun calon pendamping Jokowi di Pilpres 2019, wajib memiliki elektabilitas dan dikenal publik secara luas.

Sehingga, kehadirannya bisa ikut meningkatkan elektabilitas Jokowi.

Baca: Ini Video Dramatis Detik-detik Evakuasi Kakek Yang Tewas Tertimpa Beton Rumah Polisi

Kedua, kata Kalla, kriteria ideal cawapres Jokowi yakni tokoh yang berpengalaman.

Sebab, ujar Wapres, menjadi wakil presiden berarti harus mampu mengerjakan tugas seorang presiden.

Ia mencontohkan BJ Habibie yang harus mengemban tugas sebagai Presiden saat Presiden Soeharto mengundurkan diri karena desakan yang kuat oleh publik pada 1998 silam.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved