Banyak Yang Sering Bolos, BKPP Kabupaten Bogor Perketat PNS Dengan Absen Online

Konsep pemotongan TPP sendiri baru dilakukan pada Januari, sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
PNS Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor akan lebih ketat mengawasi kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Hal itu mengingat masih ditemukannya sejumlah PNS yang membolos. Sepanjang tahun 2017 kemarin, tercatat ada 23 PNS yang terkena sanksi karena membolos.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Karier pada BKPP Kabupaten Bogor, Mukijo mengatakan pihaknya pun telah melakukan upaya antisipasi untuk menangani masalah tersebut.

Upaya meminimalisir PNS bolos tersebut diantaranya lebih ketat mengawasi kedisiplinan pegawai dengan sistem absen online.

"Dengan sistem online, pegawai yang sering bolos akan mendapatkan pemotongan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP), sehingga tidak ada alasan lagi untuk bolos kerja,” ujarnya saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Selasa (27/2/2018).

Konsep pemotongan TPP sendiri baru dilakukan pada Januari, sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

Dia pun berharap, dengan sanksi tersebut pegawai yang terbiasa bolos mendapatkan efek jera sekaligus mencegah pegawai lain untuk melakukan pelanggaran serupa.

"Cara perhitungan pemotongan dilakukan berdasarkan hari di mana pegawai bolos," terangnya.

Per hari bolos, lanjutnya, TPP PNS akan dipotong satu persen, namun bila lima hari berturut-turut tidak masuk kerja tanpa memberikan keterangan jelas, pemotongan bisa mencapai 75 persen.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved