Rusia Klaim Kelompok Pemberontak Langgar 'Jeda Kemanusiaan' di Ghouta

Jeda tersebut juga sebagai reaksi atas resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan adanya gencatan senjata selama 30 hari.

Rusia Klaim Kelompok Pemberontak Langgar 'Jeda Kemanusiaan' di Ghouta
CBN News
Suriah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rusia telah mengumumkan adanya penghentian atau jeda serangan sementara ke daerah kantong yang dikuasai pemberontak di Ghouta Timur selama lima jam setiap harinya sejak Selasa (27/2/2018).

Namun Kremlin mengatakan, kelangsungan gencatan senjata sementara yang disebut "jeda kemanusiaan" pada pukul 9.00 sampai 14.00 setiap hari itu, ke depannya bergantung pada sikap kelompok pemberontak.

"Semua bergantung pada bagaimana sikap kelompok teroris, apakah mereka akan terus melepaskan tembakan, apakah mereka akan terus melanjutkan tindak provokasi," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Perkov dilansir AFP.

Penerapan "jeda kemanusiaan" tersebut atas instruksi Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengendaki adanya penghentian serangan untuk memberi kesempatan warga sipil melakukan evakuasi dari wilayah kantong gerilyawan di Ghouta Timur.

Jeda tersebut juga sebagai reaksi atas resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan adanya gencatan senjata selama 30 hari.

Namun PBB mengatakan pada Selasa (27/2/2018) pertempuran tetap berkecamuk di daerah tersebut dan membuat operasi bantuan mustahil dilakukan.

Rusia menuduh kelompok-kelompok teror di Ghouta Timur tidak membiarkan warga sipil untuk melarikan diri dan keluar melalui pos pemeriksaan pemerintah Suriah.

"Ada tembakan yang dilepaskan kelompok militan dan tidak ada satu pun warga sipil yang keluar," kata Jenderal Viktor Pankov kepada media Rusia.

Menurut perwira militer Rusia lainnya yang ada di lokasi, Vladimir Zolotukhin, kelompok militan telah melancarkan setidaknya 22 kali serangan dalam 24 jam terakhir. 

Meskipun bentrokan bersenjata masih terus terjadi di Ghouta Timur, tingkat kekerasan diklaim menurun secara signifikan selama berlangsungnya jeda kemanusiaan.

"Lima jam pertama gencatan senjata bisa menjadi kemajuan nyata. Meskipun lima jam itu tidaklah cukup, ini bisa menjadi langkah awal dan kami mendukungnya," kata Menteri Urusan Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian didampingi Menlu Rusia Sergei Lavrov di Moskwa.

(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia: Kelompok Pemberontak Langgar "Jeda Kemanusiaan" di Ghouta Timur")

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved