Breaking News:

Oknum Suporter Sepak Bola Kembali Berulah di Cileungsi, 3 Pelaku Ditangkap

polisi berhasil mengamankan tiga oknum suporter yang disinyalir melakukan tindak kekerasan kepada dua suporter persija

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Damanhuri
Istimewa Humas Polres Bogor
Polisi amankan oknum suporter yang buat keributan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CILEUNGSI - Aksi kekeresan yang dilakukan oleh oknum suporter sepak bola rupanya masih saja terjadi di wilayah Bogor.

Beberapa pekan lalu, Desa Kampung Sawah, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor telah ditemukan adanya aksi kekerasan oleh oknum suporter terhadap kelompok suporter Persija Jakmania.

Kejadian tersebut terjadi pasca pertandingan final Piala Presiden pada Minggu (18/2/2018) sekira pukul 02.46 WIB.

Kapolsek Cileungsi Kompol Mulyadi Asep Fajar mengatakan, pada awalnya ada delapan rombongan bus Jakmania yang melintas melewati kawasan Cileungsi dikawal oleh Anggotanya.

Namun, kata dia, tiga diantaranya melaju dengan kencang sehingga lepas dari kawalannya.

"Akhirnya bus tersebut distop oknum suporter, ada 20 orang dan kemudian ada dua orang turun dari bus itu," ujarnya kepada wartawan, Kamis (1/3/2018).

Ketika itu, lanjutnya, beberapa oknum suporter itu secara spontan menyerang dua orang jakmania dengan senjata tajam. Setelahnya, 20 oknum suporter tersebut melarikan diri.

"Saat dua jakmania terjatuh, oknum suporter yang menghadang kemudian melampari bus dengan batu dan langsung bubar," jelasnya.

Saat ini, polisi berhasil mengamankan tiga oknum suporter yang disinyalir melakukan tindak kekerasan kepada dua suporter persija.

Tiga pelaku yang diamankan tersebut diantaranya berinisial AW (18), MR (16), dan NI (16).

Adapun barang bukti yang turut diamankan diantaranya empat buah celurit, dua bilah Pisau, satu pecahan botol bekas, sembilan buah batu dan satu buah kayu.

"Kalau korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, ada tiga orang, sekarang kondisinya membaik," katanya.

Dia menambahkan bahwa pelaku dikenakan Pasal 170 Junyo 351 KUHP UU Darurat No 12 tahun 1951.

"Ancamannya maksimal 12 tahun penjara, untuk modusnya sendiri mereka mengaku tidak merasa senang kalau rombongan jakmania lewat Cileungsi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved