Breaking News:

Polemik Ojek Online Mangkal

Gerbang Masuk ke Lapas Paledang Jadi Pangkalan Ojek Online, Kalapas: Sampai Susah Masuk

Menurut Gunawan, kendala yang dihadapi adalah pengemudi ojek online yang datang silih berganti.

TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
ojek online mangkal 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Kepala Lembaga Pemsyarakatan (Lapas) Paledang Kota Bogor, Gunawan Sutrisnadi mengaku pusing akibat banyaknya ojek online yang mangkal di depan pintu masuk lapas.

"Terus terang aja, dari pagi sampai sore kalau kita mau masuk harus diklakson dulu, karena tertutup dengan ojek online," ujar Gunawan kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (6/3/2018).

Gunawan mengatakan karena gerbang utama lapas tertutup gerombolan ojek online, banyak tamu lapas yang akhirnya berputar-putar mencari pintu masuknya.

"Banyak juga tamu-tamu kita yang enggak ngerti kalau itu jalan pintu masuknya, saking banyaknya ojek online yang nongkrong disitu," ungkap Gunawan.

Dari pernyataannya, para pejalan kaki dan kendaraan yang melintas pun menjadi terganggu.

Tak jarang kemacetan panjang terjadi akibat penumpukan jumlah kendaraan di jalan tersebut.

Menurut Gunawan, kendala yang dihadapi adalah pengemudi ojek online yang datang silih berganti.

Kalapas Paledang Kota Bogor, Gunawan Sutrisnadi
Kalapas Paledang Kota Bogor, Gunawan Sutrisnadi (TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri)

"Kalau yang satu kita kasih tau nanti berganti yang lain, ribut lagi kita, ngasih tau setiap saat ya jadi enggak enak juga," kata Gunawan.

Bahkan Gunawan mengatakan sering ada penindakan dari Polisi Pamong Praja (PolPP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengingatkan pengemudi ojek online yang mangkal itu.

"Tapi ya begitu petugasnya pergi, satu jam penuh lagi, datang lagi gitu lho," ucap Gunawan.

Kepala Lapas Paledang itu menyatakan seharusnya timbul kesadaran dari dalam diri pengemudi itu sendiri.

"Menjaga nama baik perlu juga kan, ketentuannya bagaimana harus dipatuhi agar semua pengguna jalan nyaman," ujar Gunawan.

"Kalau aparat yang terus-terusan berjaga tapi tidak ada kesadaran kan percuma," tambanya.

Penulis: Aris Prasetyo Febri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved