Breaking News:

Polemik Ojek Online Mangkal

Perwali Kota Bogor Berlaku Hampir Satu Tahun, Grab Indonesia Masih Belum Tahu?

Ridzki mengatakan pihaknya terbuka kepada segala kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah Kota Bogor.

TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Perusahaan penyedia jasa angkutan berbasis aplikasi, Grab Indonesia, sepertinya tidak mengetahui adanya Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 21 Tahun 2017 yang berlaku di Kota Bogor sejak April tahun lalu.

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menyatakan belum menerima laporan terkait Perwali Kota Bogor tersebut.

"Mestinya kalau memang itu adalah peraturan sudah masuk kepada tim kami mungkin kita tunggu juklaknya aja," ujar Ridzki kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (6/3/2018).

Ridzki mengatakan pihaknya terbuka kepada segala kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah Kota Bogor.

"Kita membuka komunikasi langsung dengan pemerintah Bogor, karena kita yakin ada hal yang bisa kita lakukan secara bersama sama," ungkap Ridzki.

Ketika ditanya perihal pembaharuan data secara berkala kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Ridzki menjelaskan dirinya telah bekerja sama dengan pemerintah Kota Bogor melalui rapat-rapat yang telah dilaksanakan.

"Nomor satu mungkin saya harus pelajari itu, nanti saya cek lagi apakah ada permintaan seperti itu," kata Ridzki.

"Tentunya kalo memang ada permintaan seperti itu dan itu adalah bagian dari peraturan kita akan ikutin," tambahnya.

Sehingga menurut Ridzki, pihaknya belum melakukan sosialisasi kepada mitra pengemudi ojek online terkait Perwali Kota Bogor itu.

Penulis: Aris Prasetyo Febri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved