Kurangi Kecepatan Saat Lewat Jalan Raya Puncak Ini, Warga Sering Melihat Hal Mengerikan
Ia pun mengaku bahwa ia tak berani kebut-kebut ketika melintasi kawasan tersebut demi menghindari hal-hal yang tidak ia inginkan
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Kawasan di Jalan Raya Puncak tepatnya di Kampung Ciasin, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor ini tampak seperti jalan biasa pada umumnya.
Namun menurut cerita warga, disana sering terjadi hal yang mengerikan saat malam tiba.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Rabu (7/3/2018), di sana terdapat beberapa lapak bangunan kayu pedagang namun sebagian besar sudah tak beroperasi lagi.
Sedangkan di pinggir jalan terdapat beberapa pohon besar dan juga lebat.
Menurut warga sekitar yang berprofesi sebagai sopir angkot, Boim (45), hampir setiap hari di sana terjadi sesuatu yang memakan korban yakni para pengendara yang melintas.
Ia pun mengaku tak berani kebut-kebutan ketika melintasi kawasan tersebut demi menghindari hal-hal yang tidak ia inginkan.
"Saya suka nongkrong di sini, banyak kecelakaan di sana, saya aja lewat bawa angkot suka pelan-pelan," ujar Boim di sekitar lokasi tersebut kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (7/3/2018).
Ia mengatakan bahwa bagi pengendara yang melintas tidak boleh memacu kecepatan tinggi ketika melintasi kawasan tersebut jika tidak ingin sesuatu terjadi menimpa dirinya sendiri seperti kecelakaan lalu lintas.
Ia juga mengatakan bahwa warga sekitar pun sudah tahu betul dengan kondisi jalan yang saat ini sangat membahayakan pengendara.
Bakan, tak jarang wisatawan yang terjatuh saat melintasi jalan tersebut.
"Pelanin, rem, (kendaraan) pas lewat kalau yang tahu mah, tapi kemaren orang depok, ibu-ibu orang tugu, dulu yang lagi touring juga pada kecelakaan juga, ngeri banget lihatnya," katanya.
Hal itu terjadi dikarenakan permukaan aspal di jalan tersebut cukup bergelombang walaupun sudah diperbaiki.
Bahkan selama pantauanya, jalan tersebut hanya bertahan sekitar satu minggu setelah dilakukan perbaikan.
"Paling seminggu ditambal udah rusak lagi, mungkin kayaknya air itu kan suka ke jalan atau aspalnya karena cuma ditetes-tetes gitu, saya perhatiin sih gitu," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/jalan-raya-puncak-tepatnya-di-kampung-ciasin-desa-bendungan-kecamatan-ciawi-kabupaten-bogor_20180307_195341.jpg)