5 Alasan Agen Tertarik Gabung ke First Travel, Begini Cara Kiki Hasibuan Jawab Keraguan Calon Jemaah

Kepada Dewi, Andika menyampaikan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh jika bergabung menjadi agen First Travel.

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya
Kompas.com
Tiga bos First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan di PN Depok, Rabu (7/3/1018).(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Enam orang saksi yang dihadirkan pada sidang lanjutan kasus penipuan juga penggelapan oleh First Travel di Pengadilan Negeri Depok mengungkap lembar baru.

Keenamnya menuturkan cara dan trik Andika Cs meyakinkan agen untuk menarik ribuan jemaah.

Tiga bos First Travel, Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, ditangkap pada Agustus 2017.

Perusahaan tersebut juga akhirnya tak beroperasi lagi karena dibekukan.

Ketiganya didakwa melakukan penipuan atau penggelapan dana perjalanan umrah 63.310 calon jemaah.

Baca: Tampil Nyentrik Di Sidang First Travel, Harga Sepatu Kiki Hasibuan Setara dengan Biaya Umroh

Mereka diduga menggunakan dana calon jemaah sebesar Rp 905 miliar untuk kepentingan pribadi. First Travel menawarkan paket promo umrah murah seharga Rp 14,3 juta.

Mereka menjanjikan calon jemaah akan diberangkatkan satu tahun setelah pembayaran dilunasi.

Jaksa penuntut umum menghadirkan 9 saksi dalam sidang perkara First Travel di PN Depok, Rabu (7/3/2018).(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)
Jaksa penuntut umum menghadirkan 9 saksi dalam sidang perkara First Travel di PN Depok, Rabu (7/3/2018).(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA) ()

Namun, pada kenyataannya, hingga dua tahun berlalu para korban tak kunjung diberangkatkan.

Dalam kesaksiannya, keenam saksi mengaku tertarik bergabung karena harga promo yang sangat murah yakni Rp 14,3 juta.

Baca: Sederet Fakta Sidang Lanjutan First Travel, Datang Pakai Sepatu Mahal Hingga Insiden Saling Bantah

Padahal harga tersebut jauh di bawah standar paket umroh di biro perjalanan lain yang mematok harga di atas Rp 23 juta.

TribunnewsBogor.com melansir Kompas.com mengumpulkan pelbagai alasan agen tertarik pada First Travel.

Simak ulasannya di bawah ini :

1. Keuntungan

Dewi Gustina, mengaku tertarik bergabung dengan First Travel ketika bertemu dengan Andika Surachman.

Saat itu, Dewi mengikuti kegiatan promosi di sebuah hotel kawasan Jakarta.

Kepada Dewi, Andika menyampaikan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh jika bergabung menjadi agen First Travel.

Selain keuntungan-keuntungan yang diperoleh, Andika menyebutkan penghargaan-penghargaan yang diterima First Travel.

"Andika dan Anniesa Devitasari Hasibuan bilang First Travel perusaahaan terbaik karena mendapatkan perhargaaan. Kemudian saya bergabung menjadi agen pada 5 Desember 2015," kata Dewi di ruang persidangan.

Baca: Cerita Pilu Dibalik Dasi Rinto Daeng Sitaba, Tukang Bakso yang Berpenampilan Seperti Eksekutif Muda

Baca: Analisa Gestur Kepala Menunduk Jokowi Di Hadapan AHY, Harusnya SBY Berterima Kasih

Dewi pun mulai tertarik. Apalagi, Dewi sendiri menggunakan jasa First Travel untuk berangkat umrah.

Dari situlah keyakinannya semakin bertambah untuk menjadi agen.

Sejak bergabung, Dewi bisa menjaring 671 jemaah dengan total uang jemaah sebanyak Rp 5,8 miliar.

Namun sayangnya, hanya 329 jemaah yang diberangkatkan. Sisanya, 342 jemaah, gagal berangkat.

"Uang sudah berada di rekening First Travel karena ada ketentuan uang tidak boleh ke agen, tetapi First Travel. Kami hanya menerima bukti transfer dilampirkan dan di kirim ke email bahwa nama-nama sudah membayar," ucap Dewi.

2. Postingan First Travel di Facebook

Tri Suheni juga merasa tertarik dengan First Travel setelah melihat unggahan-unggahan First Travel di Facebook yang menawarkan promo umrah murah.

Tri melihat, First Travel memasang harga murah untuk program promo umrah sebesar Rp 14,3 juta, program reguler Rp 26,5 juta, dan program VIP Rp 52 juta.

"Kalau promo jangka waktu pemberangkatan, daftar Desember 2016, berangkat Mei 2017, kalau reguler 2 bulan setelah mendaftar akan diberangkatkan, kalau VIP 3 minggu mendaftar langsung bisa berangkat," tutur Tri.

Suasana ruang sidang di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (5/3/2018), saat sidang lanjutan kasus penipuan dengan 3 terdakwa bos First Travel, yaitu Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan. (KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA)
Suasana ruang sidang di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (5/3/2018), saat sidang lanjutan kasus penipuan dengan 3 terdakwa bos First Travel, yaitu Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan. (KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA) ()

Selama bergabung, Tri berhasil merekrut 347 jemaah. Dari jumlah itu, 47 jemaah sudah berangkat.

Sisanya, 300 belum diberangkatkan.

Padahal, kata dia, semua jemaah sudah membayar lunas.

"Semuanya sudah membayar lunas, jumlah yang sudah disetorkan ke First Travel Rp 5,5 miliar," ucap Tri.

3. Berdasarkan pengalaman

Martono, mengaku jadi agen First Travel sejak 28 Februari 2016.

Seperti saksi-saksi sebelumya, ia pun tertarik bergabung setelah menggunakan jasa First Travel bersama keluarga pada tahun 2015.

"Saya ceritakan kepada teman-teman ternyata yang umrah banyak yang mau mendaftar. Maka untuk memudahkan administrasi saya mendaftar sebagai agen," ujar dia.

Martono berhasil merekrut 56 calon jemaah. Mereka rata-rata berasal dari kalangan keluarga terdekat.

Meski semua jemaahnya telah membayar lunas, hingga kini belum semuanya diberangkatkan.

"Total keseluruhan mencapai Rp 965 juta, bukti setorannya ada. Sebelumnya para jemaah juga ada beberapa yang curiga karena murahnya paket umrah, tapi diperkuat pernyataan dari manajemen, murah itu karena pesan dari jauh-jauh hari," ucap Martono.

Salah satu agen perjalanan bernama Muhammad Taufik mengaku tertarik menjadi agen karena pengalaman pribadinya dua kali umrah dengan jasa First Travel, yakni pada 2013 dan 2015.

Meski dengan harga murah, Taufik merasa fasilitas yang diberikan selama beribadah di Tanah Suci cukup baik.

"Yang saya alami 2013 hanya Rp 10 juta bisa berangkat dengan fasilitas luar biasa," kata Taufik saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (7/3/2018).

4. Harga Murah

Siti Rubiatu. Ia merekrut 74 jemaah yang seluruhnya sudah melunasi pembayaran.

Dari jumlah tersebut, 44 orang di antaranya belum berangkat.

Siti mengaku mulanya tertarik menjadi agen karena harganya yang murah.

Ia meyakini peminatnya pasti banyak sehingga fee yang dikumpulkan juga besar.

"Saya juga pernah jadi jemaah, berangkat 2016 harganya Rp 12,8 juta. Tapi diminta menambah Rp 1 juta karena dollar naik, jadi berangkat Rp 13,8 juta," kata dia.

5. Cara Kiki Hasibuan Meyakinkan Agen

Sejumlah agen sempat ragu dengan harga yang ditawarkan First Travel.

Mereka juga pernah menanyakan langsung pada manajemen perusahaan, mengapa dengan Rp 14,3 juta, calon jemaah bisa berangkat umrah dengan fasilitas yang dijanjikan baik.

"Saat seminar di Februari 2016, ada yang tanya, kok biaya Rp 14,3 juta bisa berangkat," kata agen Ayutik Eka Putri saat bersaksi.
"Tapi dijawab, itu rahasia perusahaan," ujar dia.

Ayutik menganggap sebenarnya harga tersebut tidak logis.

Ia pun menanyakan hal yang sama pada pimpinan First Travel saat seminar.

Pertanyaannya itu direspons oleh Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki.

Saat itu, kata dia, Kiki beralasan bahwa harganya murah karena tiket dipesan sejak jauh hari.

First Travel membuka pendaftaran promo umrah untuk keberangkatan 2017 sejak 2015.

"Dia bilang, kayak di Traveloka coba booking tiket setahun sebelumnya, harganya lebih murah," kata Ayutik.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved