Jembatan Penghubung Rusak, Pengendara Motor Di Rumpin Nekat Sebrangi Sungai Cisadane Naik Rakit

Seorang pengendara Rendy (45) tak menampik bahwa menggunakan rakit untuk melintasi sungai tersebut sangat berisiko.

Tayang:
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Warga Rumpin, Kabupaten Bogor Sebrangi Sungai Cisadane naik rakit 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, RUMPIN - Jembatan Gerendong, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan yang cukup parah di bagian tengah jembatan.

Bahkan jembatan yang merupakan akses penghubung Kecamatan Ciseeng dengan Kecamatan Rumpin itu berpotensi jebol.

Akibat kerusakan tersebut, sejumlah pengendaran dan pejalan kaki tidak bisa melewati akses penghubung dua kecamatan itu.

Walhasil, beberapa pengendara motor pun terpaksa harus menaiki rakit untuk bisa melewati Sungai Cisadane.

Seorang pengendara Rendy (45) tak menampik bahwa menggunakan rakit untuk melintasi sungai tersebut sangat berisiko.

Rendy yang sudah dua kali naik rakit untuk bisa menyebrang pun merasa khawatir.

"Kalau di darat harus muter cukup jauh, mau tidak mau naik rakit supaya cepat walaupun khawatir juga," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (12/3/2018).

Menurutnya, rusaknya jembatan tersebut membuat dirinya dan pengendara lainnya harus memakan waktu lebih lama untuk bisa sampai tujuan.

"Jadi lama di jalan saya kebetulan bekerja di Kecamatan Ciseeng, bisa sampai lima jam perjalanannya," urainya.

Sementara itu, seorang petugas rakit, Jana (40) mengatakan, setiap pengendara yang hendak mengangkut motornya dan melintasi sungai menggunakan rakit dikenakan biaya Rp 10 ribu.

"Ada tiga orang bagi-bagi tugas, penghasilannya pun dibagi-bagi," ucapnya.

Dikatakanya bahwa ada empat rakit yang digunakan untuk mengangkut motor mulai dari pagi hingga sore hari.

"Satu rakit hanya bisa mengangkut tiga motor, untuk rakitnya mah bikin sendiri modal satu rakit Rp 1 juta," jelasnya.

Jembatan gerendong itu sendiri saat ini sedang dalam masa perbaikan.

Belum diketahui secara pasti kapan masa perbaikan tersebut selesai.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved