Kepala RS Salak Bogor Sebut Aturan Baru BPJS Kesehatan Kurang Tepat, 'Masa Pasien Harus Pulang Dulu'

Sarah menyatakan aturan pelayanan pasien BPJS sesuai domisili dinilai kurang tepat untuk diberlakukan.

Kepala RS Salak Bogor Sebut Aturan Baru BPJS Kesehatan Kurang Tepat, 'Masa Pasien Harus Pulang Dulu'
TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
Kepala RS Salak Bogor, dr Sarah 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Aturan baru soal penerapan domisili bagi pasien BPJS Kesehatan dinilai kurang tepat. 

Hal itu dikatakan Kepala Rumah Sakit Salak Bogor, Kepala Rumah Sakit Salak Bogor, dr Sarah saat ditemui TribunnewsBogor.com diruangan kerjanya pada Senin (12/3/2018).

"Misal lagi pergi sama keluarga tiba-tiba sakit apa iya dia mesti kembali dulu, sedangkan saat itu dia berada di lokasi yang bukan domisilinya," ungkap Sarah.

Berdasarkan penjelasan Sarah atas informasi dari BPJS, jika seseorang berlibur di wilayah lain, orang itu bisa berobat ke puskesmas atau rumah sakit menggunakan BPJS.

"Asal tidak keterusan artinya hanya satu dua kali penanganan, kalau lebih dia harus pindah domisili dulu ke tempat dia mau dirawat itu," kata Sarah.

Menurutnya, pihaknya tetap menerima dan melayani pasien dengan program BPJS meski domisilinya bukan di Kota Bogor.

"Kita siap dan tetap menerima pasien BPJS, khususnya tentara dan masyarakat yang mau berobat apalagi itu emergency," kata dia.

Akan tetapi, menurut Sarah jika berobat ke UGD rumah sakit maka harus diluar jam dinas atau ketika puskesmas sudah tutup.

Namun kalau ingin berobat di rumah sakit pada jam dinas dan tidak melalui UGD atau keadaan emergency, dia harus membawa rujukan dari puskesmas atau kantor BPJS.

"Kalau berobat ke puskesmas sini ga perlu pakai surat rujukan BPJS, tapi kalau ke rumah sakit ya harus," kata Sarah.

Sarah menyarankan jika sakit yang diderita dapat diobati dengan rawat jalan, maka sebaiknya ke puskesmas terlebih dahulu.

"Tidak semua gejala harus ditangani di rumah sakit, karena ada 141 diagnosa yang bisa ditangani di puskesmas," ujar Sarah.

Dari keterangan Sarah, Rumah Sakit Salak Bogor hingga saat ini belum mendapat surat edaran secara resmi terkait aturan baru BPJS tersebut.

"Ibaratnya biar kita bagi-bagi tugas, kalau semuanya numpuk di rumah sakit puskesmasnya tidak berfungsi dengan baik," tambahnya.

Penulis: Aris Prasetyo Febri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved