Sekda Kota Bogor: Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Masih Kurang

Kegiatan itu didasarkan pada rendahnya tingkat pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan se-Kota Bogor.

Sekda Kota Bogor: Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Masih Kurang
TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
Ade Sarip Hidayat, Sekretaris Daerah Kota Bogo 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan secara masif dan menyeluruh dilakukan Pemerintah Kota Bogor sejak Januari 2018.

Kegiatan itu didasarkan pada rendahnya tingkat pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan se-Kota Bogor.

"Baru 19,8 persen saja yang masuk dan mendaftar sebagai peserta, masih jauh dari target 100 persen," ujar Ade Sarip Hidayat, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Kamis (15/3/2018).

Dari keterangan Ade, rendahnya tingkat pendaftaran dikarenakan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat Kota Bogor.

"Sosialisasinya yang kurang, dan rasa tanggung jawab perusahaan kepada karyawannya juga kurang," ungkap Ade.

Ade mengatakan sebanyak 3451 pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja di Kota Bogor dan belum terdaftar dalam peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai pengganti tabungan dan asuransi pensiun (Taspen).

"Mereka kan ga bisa di Taspen makanya saya minta untuk daftar BPJS Ketenagakerjaan, biar jaminan hari tua, kecelakaan, kematiannya jelas," kata Ade.

Tidak hanya lembaga pemerintahan saja yang didorong Ade untuk mendaftarkan karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan,

Perusahaan-perusahaan swasta pun diminta Ade untuk meningkatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan bagi pegawainya.

Halaman
12
Penulis: Aris Prasetyo Febri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved