Breaking News:

Disebut Terima Uang 500 Ribu Dolar AS dari Proyek e-KTP, Begini Tanggapan Pramono Anung

Pramono menjelaskan, dirinya tidak berurusan dengan Komisi II DPR maupun Badan Anggaran DPR.

ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA
Presiden Joko Widodo (tengah) berjalan bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan) dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang juga kader PDI-P Puan Maharani (kiri) seusai pembukaan Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018). Dalam rakernas tersebut telah diputuskan untuk mencalonkan kembali Joko Widodo sebagai calon presiden 2019-2024.(ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, dirinya siap dikonfrontir di persidangan dugaan kasus korupsi KTP-el dengan Terdakwa Mantan Ketua DPR Setya Novanto.

"Maka, karena ini menyangkut integritas, ya sebagai orang yang panjang dalam karier politik, sebagai pribadi, tentunya saya siap dikonfrontasi dengan siapa saja. Di mana saja, kapan saja, monggo-monggo saja," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Baca: Setya Novanto Sebut Puan Maharani dan Pramono Anung Terima 500.000 Dollar

Pernyataan Pramono tersebut ketika dirinya menanggapi tudingan yang dilayangan oleh Setya Novanto, bahwa dirinya menerima uang dari proyek tersebut sebesar USD 500 ribu.

Pramono menjelaskan, dirinya yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI bidang Industri dan Pembangunan periode 2009-2014 itu tidak berurusan dengan Komisi II DPR maupun Badan Anggaran DPR.

"Saya pimpinan DPR yang membawahi, mengkoordinasikan komisi empat sampai dengan komisi tujuh, sama sekali tidak berhubungan dengan komisi dua dan juga sama sekali tidak berhubungan dengan badan anggaran," ucap Pramono.

Baca: Setya Novanto Sebut Sulit Suap KPK, Dari Pengawalnya Saja Nggak Bisa Disuap

Karena tidak berkaitan dengan apa yang menjadi bidangnya sebagai Wakil Ketua DPR, Pramono mengatakan, dirinya sama sekali tidak pernah membahas mengenai proyek KTP-el.

"Nah, dalam hal ini saya itu tidak pernah ngomong satu kata pun yang berkaitan, berurusan dengan KTP-el, termasuk semua pejabat yang diperiksa dan ada di persidangan kemarin, tidak ada satupun yang pernah berbicara KTP-el dengan saya. Sama sekali tidak ada," tutur Pramono. (Imanuel Nicolas Manafe)

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved