Melawan polisi, Pencuri Bawang Putih Dibrondong 12 Peluru

Kasat Reskrim AKP Riyanto menambahkan, total ada 12 peluru yang ditembakkan ke mobil Avanza bernomor polisi L 1628 YJ yang digunakan pelaku.

Melawan polisi, Pencuri Bawang Putih Dibrondong 12 Peluru
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
bawang putih (ilustrasi) 

TRIBUNNEWBOGOR.COM -  Kepolisian Resor Probolinggo melumpuhkan dan  membekuk kawanan  komplotan perampok yang menaiki mobil Avanza.

Polisi terpaksa menembaki mobil tersebut dengan 12 peluru karena pelaku melawan dan melarikan diri.

Seperti dilansir KOMPAS.com, polisi menangkap mereka di Kabupaten Lumajang.

Mereka adalah pelaku pencurian bawang putih seberat 20 ton yang diangkut truk Fuso.

Para perampok itu adalah Saiful (25), asal Bangkalan, Madura; Edi (40), warga Desa Pandaan, Pasuruan; Nihap (53), warga Desa Talkandang, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, dan; Yudho Poerboyo (40), warga Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan satu pelaku lain, DW, masih buron.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad mengatakan, pelaku menabrak polisi saat mau ditangkap di sebuah rumah makan di Kabupaten Lumajang, Selasa (20/3/2018), sehingga mereka ditembak.

“Tiga pelaku harus dilumpuhkan dengan tembakan. Dua pelaku ditembak kakinya, satu pelaku lain dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan,” jelasnya di Mapolres, Kamis (22/3/2018).

Kasat Reskrim AKP Riyanto menambahkan, total ada 12 peluru yang ditembakkan ke mobil Avanza bernomor polisi L 1628 YJ yang digunakan pelaku.

“Mereka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. Barang bukti truk Fuso nopol DK 8876 D yang mengangkut bawang putih, pisau, sarung dan mobil Avanza kami amankan,” ujar Kasat Reskrim.

Riyanto menambahkan, jika harga bawang putih Rp 9.000 per kilogram, maka bawang putih yang dirampok total seharga Rp 180 juta. Bawang tersebut sudah dijual ke sejumlah tempat oleh pelaku.

Fadly Samad kemudian menceritakan kronologi perampokan. Menurutnya, Senin (19/3/2018) lalu, truk Fuso yang mengangkut bawang putih parkir di depan masjid Kecamatan Paiton. Lalu, komplotan perampok datang dan menculik sopir dan kernet truk.

Kedua korban kepalanya ditutup sarung dan diancam dengan pisau. Kedua korban lalu diturunkan di Kabupaten Jember. Pelaku lain kemudian membawa truk Fuso tersebut.

Bawang putih 20 ton dijual ke sana ke mari. Hasil penjualan mereka gunakan.

“Bawang putih dijual ke rumah makan dan pasar, serta tempat lainnya,” jelasnya.

Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved