Breaking News:

Pidato Prabowo Indonesia Bubar 2030, Presiden Tertawa, Anak Amien Rais Sependapat dengan Fadli Zon

Pidati Prabowo Subianto yang menyebut hasil kajian negara lain bahwa Indonesia sudah tak ada lagi di tahun 2030 menjadi perbincangan hangat.

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pidati Prabowo Subianto yang menyebut hasil kajian negara lain bahwa Indonesia sudah tak ada lagi di tahun 2030 menjadi perbincangan hangat.

19 Maret lalu, akun Facebook resmi Parati Gerindra memposting video pidato Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan negara lain membuat kajian-kajian yang menyatakan bahwa Indonesia sudah tak ada lagi di tahun 2030.

"Saudara-saudara, kita masih upacara,

kita masih menyanyikan lagu kebangsaan,

kita masih pakai lambang negara, gambar pendiri bangsa masih dipajang disini,

tapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian dimana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi di tahun 2030,
bung, mereka ramalkan kita ini bubar

Elit kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh dikuasai 1 persen rakyat kita, ga apa-apa

sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri, ga apa

ini yang merusak bangsa kita

semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semkain curang, semakin culas, semakin maling,

tidak enak kita bicara tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi,"

Begitulah isi pidato lengkap pada video yang diposting.

Pidato Prabowo juga membuat sejumlah tokoh angkat bicara.

Baca: Cerita Sadarul Dipaksa Nikahi Penumpang Ojek Online, Kosan Disantroni Sampai Dituduh Memperkosa

1. Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai pernyataan Ketua Umum Prabowo Subianto soal adanya kajian dari pihak asing yang menyatakan Indonesia tidak akan ada lagi pada 2030 merupakan peringatan pemerintah untuk memperbaiki diri.

Adapun pernyataan tersebut dimuat dalam video yang di-post di akun Facebook resmi Partai Gerindra, pada Senin (19/3/2018) silam.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/3/2018).(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/3/2018).(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) ()

"Itu namanya warning. Kami ingin Indonesia lebih dari 1.000 tahun, kalau perlu sampai kiamat. Tetapi kalau cara memimpin Indonesia seperti sekarang ya bisa kacau," ujar Fadli Zon di Gedung DPP Partai Gerindra, Selasa (20/3/2018) seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: Sempat Kirim Foto Sebelum Terbang, Kol Hanafie Batal Ajak Mbah Hasan Piknik ke Jakarta

2. Johan Budi sebagai perwakilan dari Istana

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mempertanyakan dasar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut Indonesia terancam bubar pada 2030.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).(KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) ()

"Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018) seperti dikutip Kompas.com.

Baca: TERPOPULER: 4 Pria Tampan yang Jatuh ke Pelukan Lucinta Luna, Hingga Klarifikasi Soal Video Ciuman

3. Presiden Jokowi

Melansir Kompas.com, Presiden Joko Widodo tertawa ketika wartawan bertanya pendapatnya mengenai pernyataan Prabowo Subianto bahwa Indonesia akan bubar pada 2030.

Wartawan mewawancarai Presiden selepas Presiden menghadiri Rapimnas Ke-2 Partai Perindo di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018)seperti dikutip Kompas.com.

"Pak, minta tanggapan mengenai pernyataan Prabowo yang mengatakan Indonesia bubar tahun 2030," tanya wartawan.

Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dan nomor urut 2 Joko Widodo bersalaman usai debat capres 2014 putaran ketiga, di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014). Debat capres kali ini mengangkat tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES )
Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dan nomor urut 2 Joko Widodo bersalaman usai debat capres 2014 putaran ketiga, di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014). Debat capres kali ini mengangkat tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES ) ()

Sontak, Presiden tertawa beberapa saat.

Usai tawanya mereda, Jokowi mengatakan seharusnya kita semua memandang masa depan dengan rasa optimisme, bukan sebaliknya.

"Kita memandang ke depan itu harus memandang dengan rasa optimisme. Kita memandang ke depan itu harus juga memberikan sebuah harapan yang lebih baik kepada anak-anak muda kita, kepada rakyat kita," kata Jokowi.

4. Anak Amien Rais

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Hanafi Rais mengatakan pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang menyebutkan Indonesia akan bubar pada 2030 harus dimaknai sebagai sebuah peringatan.

"Warning saja, early warning. Makannya jangan dipersempit 2030 bubar, enggak itu," kata Hanafi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (21/3/2018) seperti dikutip Tribunnews.com.

Menurut Hanafi, pidato Prabowo tersebut untuk mengingatkan kita agar Negara Indonesia dikelola dengan baik.

Sehingga perpecahan seperti yang terjadi pada negara lain tidak menimpa Indonesia.

‎"Itu warning kalau negara ini tidak dikelola dengan benar, nanti jangan jangan yang terjadi di Soviet Yugoslavia terjadi juga sama kita," ujar putra Amien Rais itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved