Libatkan Psikiater, Warga Ciawi Dapat Ilmu Tangani ODGJ
Acara tersebut pun dibantu dengan para pasien yang sudah pulih yang turut memberi motivasi.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan RS Marzoeki Mahdi gelar diskusi kesehatan terkait pelayanan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Puskesmas Citapen, Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.
Acara yang digelar pada Kamis (22/3/2018) ini dihadiri para peserta yang terdiri dari para pasien ODGJ, keluarga pasien, pendamping, kader-kader dan yang lainnya.
Koordinator Lintas Sektoral (Linsek) RS Marzoeki Mahdi, Iyep Yudiana, mengatakan bahwa acara yang digelar juga melibatkan psikiater, promotor kesehatan, perawat rehabilitasi psikososial dan pasien Rehabilitan yang sudah pulih.
"Pasien Rehabilitan yang sudah pulih sengaja dihadirkan untuk memberikan testimoni dan motivasi terhadap ODGJ dan Keluarga yang hadir," ujar Iyep dalam keterangannya kepada TribunnewaBogor.com, Jumat (23/3/2018).
Iyep mengatakan bahwa dalam acara tersebut ia sebagai pemateri fokus membahas tentang putusnya minum obat bagi para pasien dimana berdasarkan laporan yang dia terima banyak diantara ODGJ memutuskan untuk berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter.
Acara tersebut pun dibantu dengan para pasien yang sudah pulih yang turut memberi motivasi.
"Ada ODGJ yang tampil bertanya sekaligus memotivasi peserta lain untuk terus minum obat, terbukti dengan kondisi yang dia alami sudah dalam proses pemulihan dan sudah mulai bekerja sebagai pegawai di sebuah panti. Hal menarik juga, ada ODGJ yang datang dengan membawa barang jualan berupa makanan ringan yaitu Cilok," cerita Iyep.
Ia menjelaskan bahwa setelah selesai sesi edukasi, peserta mengikuti kegiatan okupasi terapi berupa kegiatan sulam menyulam bersama istruktur.
Dalam kegiatan itu, menurut Iyep hadir juga Psikiater dr. Lahargo Kembaren, Instrukstur Okupasi Terapi Ibu Dumilah, dan tentu saja Kepala Puskesmas Citapen Dr Novi.
"Diakhir pertemuan seperti biasa, acara ditutup dengan foto bersama dengan jargan yang khas yaitu, Stop Pasung dan Sehat Jiwa," ungkap Iyep.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/diskusi_20180323_231109.jpg)