Breaking News:

Pedagang Di Pasar Jambu Dua Bogor Masih Boleh Jual Rokok, Asalkan

hal itu tidak tercantum dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2011.

Penulis: Aris Prasetyo Febri | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunNewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA – Pemerintah Kota Bogor angkat bicara terkait perubahan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang menyebutkan larangan merokok dan menjual rokok di pasar modern atau pun pasar tradisional.

Anggota Pansus KTR DPRD Kota Bogor dari Fraksi Gerindra, Zainal Mutakin mengatakan tujuan diusulkannya pasar tradisional sebagai KTR di Kota Bogor.

"Hal ini untuk meminimalisir bahaya asap rokok melebar atau meluas kepada orang-orang kota bogor, khususnya bagi yang tidak merokok," ujar Zainal, Selasa (27/3/2018).

Karena menurut Zainal, seorang perokok pasif akan memiliki dampak yang lebih bahaya dari perokok aktif.

Berkaitan dengan larangan menjual rokok di pasar tradisional, Zainal mengungkapkan hal itu tidak tercantum dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2011.

"Akan tetapi pada pasal berikutnya dijelaskan, tidak termasuk larangan bagi orang yang menjual dan mempromosikan rokok di tempat umum," ungkap Zainal.

Dari keterangannya, Zainal menegaskan pedagang masih dapat berjualan dan mempromosikan rokok di pasar tradisional dan tempat umum.

"Catatannya adalah hanya dengan tulisan, jadi bukan rokoknya yang dipajang, tapi ditutup dengan spanduk 'disini tersedia rokok' begitu," pungkasnya.

Sedangkan untuk sanksi yang diberikan ke pelanggar Perda itu menurut Zainal berlaku secara adil dan bijak.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved