Tanggapi Soal Harga BBM Naik, SBY Curhat Pernah Dikritik Tak Mendidik Karena Berikan Bantuan Dana

Menurut SBY, kenaikan harga BBM dan listrik harus segera diatasi, dan pemerintah harus memberikan penjelasan kepada rakyat.

Tayang:
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Susilo Bambang Yudhoyono 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pertamina kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (24/3/2018).

Kenaikan harga BBM itu terjadi secara bertahap, mulai dari BBM Umum Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Selang satu bulan kemudian, giliran BBM Pertalite yang mengalami kenaikan.

Adapun, harga Pertalite bertambah Rp 200 per liternya.

Menurut Vice Presiden Corporate communication Pertamina, Adiatma Sardjito, kenaikan ini dipicu akibat adanya lonjakan harga minyak dunia.

Kenaikan harga BBM ini ditanggapi oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Akun twitter Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Huhaean membeberkan pernyataan SBY saat me;lakukan Tour de Jabar.

Baca: Begini Kabar Mak Vera Pasca 3 Tahun Meninggalnya Olga Syahputra, Jualan Bakso dan Nasi Goreng

SBY mengatakan kalau pemerintah diminta untuk memperhatikan rakyat kecil.

SBY juga mengatakan apabila dirinya sudah memberikan sejumlah tantangan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut SBY, kenaikan harga BBM dan listrik harus segera diatasi, dan pemerintah harus memberikan penjelasan kepada rakyat.

Berikut pesan pernyataan lengkap SBY seperti dikutip oleh Ferdinand Hutahaean dalam kultwit-nya.

"Siang kembali Twips, saya ingin twitkan pendapat SBY terkait kenaikan harga BBM. Disampaikan tadi pagi di Suka Bumi

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat golongan ekonomi bawah yang terdampak akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.

Harga minyak dunia saat ini hampir mencapai 70 dolar AS perbarel.

Baca: Dapet SMS Dari Temen Cowok Anak Kosannya, Ibu Kos Tak Sanggup Lihat Sosok di Balik Selimut

Baca: 5 Fakta Menyedihkan Laila Sari Sebelum Meninggal, Menunggak Listrik Dan Makan Bubur Pakai Garam

Mau tidak mau pemerintah harus menyesuaikan harga.

Silahkan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tepat, tapi tolong ulurkan tangan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata SBY

Hal itu diungkapkan SBY menjawab pertanyaan wartawan terkait kebijakan Pertamina yang menaikkan harga pertalite dari Rp7.600 menjadi Rp7.800, di tengah lesunya daya beli masyarakat.

SBY mengatakan, sebenarnya ia telah menyampaikan sejumlah tantangan ekonomi bangsa kepada Presiden Joko Widodo saat Rapimnas Partai Demokrat di Sentul, beberapa waktu lalu.

Tantangannya adalah kenaikan harga produk tambang, seperti minyak, gas bumi dan batu bara.

Di satu sisi ini menghadirkan peluang, karena sebagai produsen kita mendapat keuntungan secara ekonomi,” terang SBY.

Namun di sisi lain, kata dia, kenaikan ini akan membuat harga BBM dan listrik juga mengalami penyesuaian.

Hal ini tentu saja akan berdampak kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Harga BBM jenis pertalite baru saja naik, pertamax sudah naik sebelumnya.

Persoalan yang saya dengar premium hilang, sulit didapat, seolah mayarakat diarahkan beli pertalite atau pertamax.

Baca: Pengakuan Germo di Aceh Soal Pejabat yang Jadi Pelanggannya, Sekali Show Rp 2 Juta, Ini Faktanya

Baca: Lihat Video Ijab Kabul Kris Hatta dan Hilda Vitria, Billy Syahputra Kaget Lalu Ucapkan Ini

Ini harus diatasi, pemerintah harus transparan, berikan penjelasan kepada rakyat.

Bagi SBY, ia cukup mengerti dengan kebijakan pemerintah ini, karena pada era kepemimpinannya, ia beberapa kali menyesuaikan harga BBM.

Namun, ia mengingatkan, penyesuaian itu akan memberatkan rakyat kecil, karena akan berimbas kepada kenaikan harga barang dan tarif jasa angkut.

Karena itu pemerintah jangan malu-malu, jangan ragu-ragu, untuk memberikan subsidi kepada rakyat golongan ekonomi bawah.

Asal subsidinya pantas dan masih dalam tingkat aman bagi keuangan negara,” harapnya.

SBY bercerita, dulu saat menjabat presiden, ia pernah dikritik habis-habisan karena memberikan bantuan dana kepada rakyat kecil.

Baca: Begini Kabar Mak Vera Pasca 3 Tahun Meninggalnya Olga Syahputra, Jualan Bakso dan Nasi Goreng

Kala itu pemerintah terpaksa menyesuaikan harga BBM karena minyak dunia menyentuh angka 150 dolar AS perbarel, lebih dari dua kali lipat harga.

Waktu itu dibilang saya tidak mendidiklah, kebijakan yang menina-bobokkanlah, dihujat sana-sini, tapi tak apa-apa, saya harus ambil resiko.

Ini terbukti, ekonomi kita selamat, bahkan bisa tumbuh di atas 6 persen,” kenangnya.

Berdasarkan pengalaman itulah, SBY meminta pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat ekonomi lemah.

Dengan begitu, daya beli mereka bisa tetap terjaga dan kondisi perekonomian bangsa tidak semakin memburuk," tulis Ferdinand Hutahean.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved