Breaking News:

Cerita Mahasiswa IPB Kuliah Satu Semester di Thailand, Belajar Sambil Bertukar Budaya

Kasetsart University merupakan universitas negeri yang memiliki kualitas infrastruktur dan manajemen yang setara dengan universitas swasta.

Humas IPB
Dedi Candra, mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Fateta IPB) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dedi Candra, mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Fateta IPB) sukses mengikuti program student mobility atau yang biasa dikenal dengan program student exchange melalui  ASEAN International Mobility Student (AIMS) ke Kasetsart University, Bangkok, Thailand selama satu semester.

Program AIMS adalah program yang dikelola dan didanai oleh Kemenristekdikti yang bekerja sama dengan beberapa negara di ASEAN dan juga Jepang.

Untuk saat ini, Singapura dan Korea Selatan sudah bergabung dalam program ini.

Dede bertutur, ketika pertama kali mendengar tentang program AIMS ini ia langsung tertarik untuk mengikuti program tersebut.

Di Departemen ITP Fateta IPB, program AIMS dibuka hanya untuk mahasiswa semester 7 dan 9.

Dede tertarik mengikuti program AIMS ini karena sekolah ke luar negeri adalah impiannya dari sejak kecil.

“Selain itu, saya senang membangun koneksi dengan orang-orang dari negara lain dan belajar dari kebudayaan yang sangat berbeda. Karena, belajar kebudayaan negara lain secara langsung adalah cara terbaik untuk memperluas mindset, dan belajar  lebih menghargai satu sama lain. Belajar secara langsung ke negara lain juga cara terbaik  mempersiapkan diri menghadapi sistem ekonomi global yang sudah mulai diterapkan saat ini,” terang Dede.

Lebih lanjut Dede mengatakan, ia memulai perkuliahan di Kasetsart University pada Agustus tahun 2017 lalu.

Ia terkesan kualitas pendidikan, khususnya perguruan tinggi di Thailand yang sudah sangat maju. 

Kasetsart University merupakan universitas negeri yang memiliki kualitas infrastruktur dan manajemen yang setara dengan universitas swasta.

Kawasan kampus sudah seperti kota kecil karena semua kebutuhan mahasiswa sudah tersedia dengan sangat lengkap, mulai dari restoran, cafe, pasar swalayan, klinik, pusat olahraga, asrama, pusat penelitian, dan lain sebagainya.

Sempat bertanya kepada beberapa mahasiswa dan dosen, dan kata mereka semua fasilitas yang disediakan bertujuan untuk memudahkan kehidupan mahasiswa di kampus sehingga mereka bisa lebih nyaman untuk belajar.

“Orang-orang di sana juga sangat ramah terhadap mahasiswa asing dan senang ketika kita tertarik untuk belajar kebudayaan mereka. Saya memiliki banyak teman dari negara lain yang kuliah di sana juga, yaitu dari Polandia, Malaysia, Vietnam, China, dan Jepang. Kemampuan berbahasa Inggris saya sangat terasah  karena mulai dari perkuliahan di kelas dan juga percakapan sehari-hari, bahasa yang digunakan adalah Bahasa Inggris. Jadi, program AIMS ini juga merupakan kesempatan yang sangat baik untuk melatih kemampuan bahasa Inggris,” tuturnya.

Dedi berpesan, untuk teman-teman khususnya mahasiswa IPB, agar mengikuti program AIMS ini, karena manfaatnya sangat banyak. 

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved