Diteriaki SPG Cantik, Dua Jambret Ini Dibuat Tak Berdaya
Perempuan 22 tahun asal Wonorejo, Tegalsari Surabaya ini korban penjamberetan.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wajah Ummy Farida terlihat berbinar-binar saat berada di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (29/3/2018).
Perempuan 22 tahun asal Wonorejo, Tegalsari Surabaya ini korban penjamberetan.
Ia senang lantaran hadnphone (HP) miliknya tak jadi hilang dan dirinya selamat.
Ya, Ummy yang sehari-harinya merupakan SPG di Tunjungan Plasa (TP) Surabaya ini jadi korban penjambretan di depan Jl Jojoran I Karangmenjangan Surabaya, Selasa (27/3/2018).
Dia naik motor dipepet dua pelaku, Abdul Hadi (30) asal Sidotopo Kidul, dan Ahmad Hafid (26), warga Jl Simo Surabaya yang merampas paksa HP korban.
"Saya berterima kasih ke tiga driver online yang sudah menolong. Ancaman jambret atau begal di mana pun selalu muncul," sebut Ummy, Kamis (29/3/2018).
Menurut Ummy, masyarakat harus selalu hati-hati selama berada di jalanan.
Jika sudah menjadi korban, masyarakat tak usah merasa takut dan disarankan berteriak jambret-jamberet supaya mendapat pertolongan.
"Saya sangat senang dan terharu, di jalanan Surabaya masih ada orang yang peduli. Driver ojek online luar biasa, langsung respon membantu dan rela meng-cancel orderan.
Ummy bercerita, awalnya dirinya akan ke rumah teman kerja di Jl Jojoran I dan di jalan ada telepon masuk.
Dirinya menerima telepon sambil naik motor dan setelah itu menyimpan HP di dashboard motor.
"Tiba-tiba saya dipepet dua orang yang naik motor matic, orang yang membonceng merampas HP dan kabur," cerita Ummy.
Tak ingin HP miliknya hiang, korban spontan teriak jambret.
Teriakan itu direspns para driver ojek online yang membantu mengejar dan akhirnya tertangkap di Jl Dharmahusada Indah.
"Saya juga ikut mengejar pelaku, bareng sama driver ojek online," ujar Ummy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/korban-jambret_20180329_170024.jpg)