Longsor Puncak

Longsor Puncak Disebut karena Penanganan Bencana yang Terburu-buru

Beronjong bekas penanganan darurat longsor pada awal Februari 2018 lalu itu pada Rabu (28/3/2018) malam ambrol beserta tanahnya

Longsor Puncak Disebut karena Penanganan Bencana yang Terburu-buru
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
longsor susulan di Desa Ciloto, Cipanas, Cianjur, Puncak merusak lahan vila Puncak Pass Resort

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIPANAS -- Longsor di kawasan Puncak Pass, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur kembali terjadi walaupun sudah dilakukan penanganan sejak longsor pada awal Februari 2018 lalu.

Kepala Balai Besar Pelaksanaa Jalan Nasional VI Jakarta, Atyanto Busono, mengatakan bahwa sejak longsor awal penanganan yang sudah dilakukan adalah penanganan darurat agar lalu lintas kembali bisa segera normal.

Lanjut dia seharusnya saat itu segera dilakukan penanganan permanen namun masih terkendala.

Beronjong bekas penanganan darurat longsor pada awal Februari 2018 lalu itu pada Rabu (28/3/2018) malam ambrol beserta tanahnya menggerus pepohonan dan sejumlah bangunan vila di bawahnya.

"Kemaren kan (pasang) bronjong supaya tidak ada longsoran-longsoran lagi, dulu kan 10 hari harus bisa jalan, bisa buka, kemarin kita harus segera permanen tapi ini masih hujan terus," ujar Atyanto ketika ditemui TribunnewsBogor.com di Puncak, Kamis (29/3/2018).

Ia mengatakan bahwa penyebab longsor susulan Puncak Pass adalah pergerakan tanah.

Lanjutnya, pemerintah harus segera melakukan penanganan permanen dengan paku bumi atau borpile.

"Penyebabnya ini masih gerak ya, jadi kita beronjong itu juga merupakan penanganan yang darurat belum permanen makanya itu kita harus menggunakan borpile pasak bumi yang sampe dalem, untuk jalan masih stabil sebenarnya, jadi kita tahan longsoran itu kan pengerjaan yang permanen pake borpile," ungkapnya.

Selain itu Menurut Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, longsor Puncak Pass di lokasi yang sama kali ini sudah terjadi yang ketiga kalinya.

"Ini udah 3 kali kejadian, tapi akhirnya pergerakan tanah ini terus, akhirnya longsor terjadi lagi, mudah-mudahan dengan kejadian ini penerintah pusat ada solusi yang terbaik, kasihan warga yang masuk ke Cianjur dengan keadaan seperti ini," kata Herman.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved