Banyak Pasangan ABG, Ini yang Dilakukan Wisatawan Puncak Bogor Di Jalur Alternatif Bukit Pelangi

Kebanyakan dari mereka terpantau asyik berswafoto bahkan tidak ketinggalan sebuah rombongan pun melakukan hal yang sama.

Banyak Pasangan ABG, Ini yang Dilakukan Wisatawan Puncak Bogor Di Jalur Alternatif Bukit Pelangi
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Jalur Alternatif Puncak 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Jalur alternatif Puncak via Gunung Geulis memang menjadi salah satu jalur anti macet yang menjadi favorit wisatawan Puncak Bogor.

Wisatawan akan dihadapkan dengan pemandangan nuansa hijau yang sedap dipandang mata serta permukaan jalan yang rapi di jalur alternatif ini.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Sabtu (31/3/2018), cukup banyak pengendara roda dua yang menggunakan jalur ini dari arah Sentul menuju Gadog Puncak Bogor.

Banyak pula dari mereka merupakan pasangan yang melintas namun karena keindahan kawasan Bukit Pelangi, mereka pun kerap berhenti dan beristirahat di kawasan.

Para pasangan ini terpantau banyak yang berduaan di rumput hijau sepanjang pinggir jalan.

Kebanyakan dari mereka terpantau asyik berswafoto bahkan tidak ketinggalan sebuah rombongan pun melakukan hal yang sama.

Hal itu pun disambut oleh para pedagang yang berjajar di pinggir jalan, mulai dari penjual gorengan, mie instan hingga kopi seduh.

Menurut pedagang yang merupakan warga sekitar, Iwan (45), keramaian kawasan Bukit Pelangi kerap terjadi di hari akhir pekan dan Puncaknya pada saat malam Minggu.

"Sabtu sama minggu di sini suka rame, apalagi malam Minggu banyak yang ke sini, sampai rombongan juga suka ke sini," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (31/3/2018).

Ia juga mengatakan bahwa siang sampai sore hari banyak wisatawan yang berhenti untuk istirahat sambil berswafoto.

Namun di malam hari, lanjut dia tidak demikian, karena kawasan Jalan Bukit pelangi terlalu gelap untuk wisatawan yang beristirahat.

"Malem minggu banyak ke sini tapi cuma lewat doang, di sini kan jalannya gelap, saya aja jualan gorengan ini sampai jam 18.00 WIB sore," ungkap Iwan.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved