Breaking News:

Kuras Saldo Nasabah Pakai Modus Ganjal Kartu ATM, 4 Pria Asal Sumatra Diringkus Polisi

pelaku melakukan aksi di hari libur sabtu dan minggu dengan menggunakan alat penggaris, gergaji besi dan lainnya untuk mengganjal di slot kartu ATM.

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Pelaku pencurian ATM ditangkap anggota Polres Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Curi ATM dan kuras saldo hingga habis, empat lelaki asal Sumatera ini ditangkap Polisi di Bogor.

Empat lelaki yang masing-masing berinisial DT (22), AJ (24), S (32), dan NI (26) ditangkap di daerah Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Kamis (26/3/2018) kemarin.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengatakan, keempat pelaku tersebut merupakan sindikat pencurian dan pengurasan ATM yang biasa melancarkan aksinya di daerah Jawa dan Sumatera.

"Sudah hampir satu tahun sejak 2017 kemarin, kemudian kami tangkap kemarin di rumah kontrakannya," ujarnya kepada wartawan di Mapolres Bogor, Senin (2/4/2018).

Dikatakannya bahwa, pelaku biasa melakukan aksi di hari libur sabtu dan minggu dengan menggunakan alat penggaris, gergaji besi dan beberapa alat lainnya untuk mengganjal di slot kartu ATM.

"Ketika korban memasukkan kartu dan kemudian terganjal maka saat itu beberapa pelaku lainnya datang menyarankan menghubungi Call Center palsu yang nomornya sudah ditempel di mesin ATM tersebut," jelasnya.

Sedangkan rekan pelaku yang bertindak seolah menjadi petugas Call Center akan membimbing pelaku untuk meminta kode PIN.

"Setelah mendapatkan PIN kartu ATM korban, pelaku meyakinkan korban bahwa kartunya tertelan dan menganjurkan untuk menghubungi pihak bank keesokan harinya. Ketika korban menurut dan kemudian pergi, pelaku segera melepas ganjalan dan menguras isi rekening korban," tuturnya.

Lebih lanjut Dicky mengatakan, pelaku biasanya menarik uang dari ATM hasil curian tersebut hingga Rp 60 juta.

"Bervariasi sebetulnya, mulai dari Rp 5 juta, Rp 20 juta sampai Rp 60 juta," terangnya.

Atas kesalahannya, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

"Kita akan kaju juga nanti dengan Undang-undang perbankan," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved