Breaking News:

Ini Kronologi 2 TKW Asal Indramayu Yang Diduga Ditahan Perusahan TKI di Bogor

perusahaan mengatakan dua wanita itu sebenarnya sudah dikirim secara resmi ke Singapura sebagai TKI.

Penulis: Aris Prasetyo Febri | Editor: Damanhuri
Ist
TKI 

Akan tetapi dalam perjalanan kembali menuju Indonesia, terdapat sejumlah biaya yang harus dibayarkan Asri dan Ersinah kepada PT Herotama Indonusa.

"Sesuai dengan perjanjian, dimana dari pihak biro jasa pengiriman tenaga kerja ini ada operasional sekitar Rp 20 juta per orang yang harus dibayarkan," kata Kompol Didik.

Dikatakan Kompol Didik, dana operasional tersebut seharusnya dapat dibayarkan oleh para TKI dalam jangka waktu enam bulan pertama ketika bekerja di luar negeri.

"Nah ini masalahnya hanya berkaitan dengan pengembalian anggaran operasional yang sudah dikeluarkan oleh pihak perusahaan," tuturnya.

Berdasarkan keterangan pihak PT Herotama Indonusa, Kompol didik menyatakan pihak keluarga Asri dan Ersinah sudah dihubungi oleh perusahaan secara baik dan terbuka.

"Kalau penyekapan kan artinya mereka tidak tahu dan tidak dihubungi, ini mereka tahu dalam artian bahwa keberadaan dua wanita ini sudah diketahui juga oleh pihak keluarga," ujarnya.

Sehingga Kompol Didik menyebutkan saat ini kedua belah pihak saling mempertahankan argumennya masing-masing.

"Satu pihak bilang boleh kembali asal dipenuhi administrasinya terlebih dahulu, yang satunya kasian ini keluarga saya sudah sampai di Indonesia kenapa enggak bisa pulang," ucap Kompol Didik.

Oleh karena itu, Kepolisian Polresta Bogor Kota mencoba menjembatani pihak keluarga TKI dengan PT Herotama Indonusa terkait permasalahan administrasi tersebut.

"Untuk administrasi belum dibayarkan karena menurut mereka biaya yang dibebankan terlalu tinggi sehingga belum bisa dipenuhi, namun kita sudah coba bantu dikembalikan dulu ke keluarga," kata Kompol Didik menjelaskan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved