Breaking News:

Miras Oplosan Telan Korban Jiwa, Dinkes Kota Bogor Minta Para Pelajar Lebih Diawasi

kemampuan itu dapat mendorong anak-anak untuk berani mengatakan tidak dan memilah suatu permasalahan.

TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
dr. Erna Nuraena, Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (PKM) Dinkes Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Minuma keras (miras) oplosan yang telan sejumlah korban jiwa yang belakangan terajdi membuat perhatian banyak kalangan.

Bahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor saat ini semakin gencar untuk melakukan penyuluhan bahaya miras hingga narkoba ke sekolah-sekolah.

"Bagaimana kita menguatkan semua orang terutama anak-anak, kita ajarkan kemampuan untuk bisa mengolah hal-hal yang negatif," ujar dr. Erna Nuraena, Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (PKM) Dinkes Kota Bogor, Jumat (6/3/2018).

Menurut Erna, kemampuan itu dapat mendorong anak-anak untuk berani mengatakan tidak dan memilah suatu permasalahan.

"Jadi anak-anak diajarkan untuk bisa memilah yang bagus dan yang tidak, serta dia harus berani bilang enggak gitu," kata Erna saat ditemui di kantornya oleh TribunnewsBogor.com.

Erna menyebutkan edukasi yang disampaikan oleh Dinkes Kota Bogor diteruskan melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan kader kesehatan remaja.

Baca: Bertambah Lagi, Korban Tewas Karena Miras Oplosan Jadi 31 Orang, Ini yang Dialami Korbannya

"Edukasinya kita masuk di sekolah lewat UKS, kader kesehatan remaja, salah satunya ya itu mengajarkan bahaya napza dan minuman keras," pungkasnya.

Wanita bergelar dokter itu mengatakan miras oplosan memiliki kadar bahaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan miras buatan pabrik yang legal.

Halaman
12
Penulis: Aris Prasetyo Febri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved