Ketika 'Wanita' Cantik Hadapi Mimpi Buruk Untuk Wajib Militer Hingga Ingin Bunuh Diri
Kebijakan ini membuat para transgender mengalami stres dan malu dan tak sedikit yang memutuskan ingin bunuh diri
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wanita transgender di Thailand atau lebih dikenal Ladyboy ternyata harus melalui masa-masa mengerikan ketika beranjak dewasa.
Di sana, setiap pria yang sudah memasuki usia 21 tahun wajib menjalani wajib militer.
Tak terkecuali bagi para ladyboy.
Dikutip dari Dailymail, setiap mereka yang sudah berusia 21 tahun menghadiri hari 'undian', untuk menentukan siapa saja yang wajib mengikuti wajib militer selama 2 tahun.
Baca: Lucinta Luna Unggah Foto Sambil Berpose, Netter Malah Salah Fokus Pada Hal Ini, Kayak Terbang !
Para wanita transgender mungkin bisa mendapatkan sertifikat pengecualian, tapi mereka harus tetap menghadiri 'hari undian' itu bersamaan dengan sekitar 10 ribu pria.
Hal itu dikarenakan pemerintah Thailand tak mengizinkan orang untuk menggantikan jenis kelamin di KTP-nya.
Kebijakan ini membuat para transgender mengalami stres dan malu, dan tak sedikit dari mereka yang ingin bunuh diri.
Setelah bertahun-tahun protes berlangsung, Pengadilan Administratif memutuskan kalau jenis kelamin biologis tidak harus cocok dengan gendernya, sehingga mereka para wanita transgender bisa dibebaskan dari wajib militer.
Namun tetap, para transgender ini harus menunjukkan dokumen pembebasan mereka pada 'hari undian' itu untuk membuktikan kalau mereka tidak memenuhi syarat untuk ikut wajib militer.
Baca: Beredar Foto Lucinta Luna Saat Masih Kecil, Kakak Kelas: Dari SD Memang Sudah Melambai
Salah satu yang mengikuti hari perekrutan adalah Patra Wirunthanakij, lebih dikenal sebagai Nadia. Dia adalah mantan Ratu Mimosa Miss Thailand, kontes hanya terbuka untuk wanita trans.
Dalam budaya Thailand, wanita trans sering dikenal sebagai 'Katoeys', yang secara kontroversial dikenal dalam budaya barat sebagai 'ladyboy'.
Juga di antara yang direkrut adalah Rusanan Reuanmoon, yang mengatakan dirinya tidak ingin mengikuti wajib militer.
"Saya tidak ingin menjadi tentara. Saya ingin menjadi wanita. Saya belum 100 persen (menjadi wanita) karena saya belum menjalani operasi kelamin," tuturnya.
Baca: Klarifikasi Foto Dirinya Dengan Mike Lewis, Netter Soroti Perbedaan Alibi Lucinta Luna, Beda Ya ?
Di Phrae, delapan perempuan trans yang menghadiri wajib militer menghindari seleksi oleh pejabat militer.
Dari 500 peserta pada acara hari draft, hanya 60 orang yang dipilih.
Thailand sering dianggap sebagai ibukota trans dunia, dengan lebih banyak operasi penggantian kelamin daripada negara lain mana pun.
Menjelang draft hari ini, anggota pemerintah, media dan komunitas LGBT berkumpul untuk membahas pedoman untuk perekrut transgender, mengatakan prosesnya sering 'menegangkan' karena media mengubah kehadiran mereka menjadi lelucon.
Baca: Bantah Dirinya Transgender, Foto Masa Kecil Hingga Pengakuan Adik Kelas Lucinta Luna Beredar
"Banyak orang di media Thailand masih menggambarkan berita semacam itu dengan cara yang lucu," kata Ronnapoom Samakkeekarom dari Aliansi Transgender untuk Hak Asasi Manusia.
"Beberapa dari mereka bahkan menyebabkan lebih banyak tekanan untuk merekrut transgender." tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ladyboy_20180411_231347.jpg)