Menilik Sejarah Leluhur Prabowo di Banyumas, Garis Ksatria yang Pernah Melawan Belanda

Dari garis ayah, bila dirunut Prabowo Subianto merupakan turunan k-15 Bupati I Banyumas, Kanjeng Adipat Mrapat (1582-1583 M).

Tayang:
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
net
Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subanto mantap menerima mandat dari kadernya untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2019.

Prabowo juga dikabarkan akan melakukan deklarasi usai Pilkada 2018 di kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah.

Pemilihan Banyumas sebagai tuan rumah deklarasi dinilai kader sangat tepat.

Di daerah ini, riwayat leluhur keluarga Prabowo berada.

Sekretaris DPC Gerindra Banyumas, Rachmat Imanda mengatakan jauh-jauh hari sebelum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra, Prabowo pernah dijadwalkan untuk mengunjungi Banyumas.

Prabowo memiliki ikatan batin dengan Banyumas, tempat muasal leluhurnya, tepatnya di Desa Dawuhan.

Baca: Takut Tidur Sendiri, Siswi SMP Ini Daftar Jadi Pengantin ke KUA Bersama Kekasihnya

Ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusomo bahkan dimakamkan di Banyumas.

"Rencananya deklarasi memang di Banyumas. Namun kan menunggu koalisi," kata Imanda

Lalu, seperti apa histori leluhur Prabowo di Banyumas ?

Dalam tulisan yang diunggah di Kompasiana dan dipublikasikan oleh Anwar Hadja ,Prabowo yang memiliki lengkap Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah putra pasangan Begawan Ekonomi Indonesia terkenal, Prof.Dr.Sumitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar.

Dari garis ayah, bila dirunut Prabowo Subianto merupakan turunan k-15 Bupati I Banyumas, Kanjeng Adipat Mrapat (1582-1583 M).

Rantai silsilah Adipati Mrapat pendiri Kadipaten Banyumas itu adalah sebagai berikut :

1. Adipati Mrapat (1582-1583),

2. Adipati Mertasura I( 1583-1600)

3. Adipati Mertasura II (1600-1620),

4. Adipati Mertayuda ( 1620- 1650),

5. Ngabehi Banyak Wide, Ngabehi Kertayuda,

6. Raden Tumenggung Kertanegara I Patih Dalem Kraton Kartasura,

7. Raden Tumenggung Kertanegara II,

8. Raden Tumenggung Kertanega III,

9. Raden Tumenggung Kertonegara IV (Panglima Perang P.Diponegoro wilayah Gowong, Kedu),

10. Raden Muhammad,

11. Raden Kartoatmojo,

12. R.Tumenggung Mangkuprojo,

13. R.M Margono Djojohadikusumo,

14. Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo,

15. Prabowo Subianto.

Dari rantai silsilah itu, Prabowo Subianto adalah turunan ke-15 Adipati Mrapat, Pendiri Kadipaten Banyumas.

Baca: Usai Suntik Imunisasi, Ibu Ini Kaget Lihat Hal Mengerikan Pada Anaknya Hingga Terpaksa Dioperasi

Baca: Putri Marino Positif Hamil, Chicco Jerikho Sebut Ngidamnya Bikin Baper Para Perempuan

Saat terjadi Perang Jawa pecah (1825-1830 M) yang dipimpin Pangeran Diponegoro, kembali turunan Adipati Mrapat ke-9, Tumenggung Kertanegara IV, berpihak kepada P.Dipanegoro dan menjadi Komandan Pasukan yang membawahi wilayah Gowong-Kedu.

Dalam Perang Jawa yang hebat itu, rakyat Banyumas dibawah pimpinan turunan Adipati Mrapat yang anti pemerintah Belanda, gigih melawan Belanda.

Baca: Viral Prabowo Subianto Diarak Telanjang Dada, Ini Perbandingannya Dengan Vladimir Putin!

Bahkan sampai Perang Diponegoro berakhir, mereka terus berjuang secara sporadis.

Perlawanan terakhir sisa laskar Dipaonegro di daerah Banyumas berpusat di daerah Rembang, Bobotsari, Purbalingga.

Wajar jika kelak dari daerah ini, tempat pertahanan terakhir sisa-sisa laskar P.Diponegoro,muncul Panglima Besar Sudirman yang dilahirkan di daerah ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved