Duh ! Rupiah Nyaris Menyentuh Level Rp 14 Ribu Per Dollar AS

Meskipun, diakui Lana, pelemahan terjadi bukan hanya pada rupiah, melainkan mata uang di negara lainnya.

Duh ! Rupiah Nyaris Menyentuh Level Rp 14 Ribu Per Dollar AS
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat. 

Di sisi lain, harga minyak yang meningkat membuat kebutuhan akan dollar AS di Tanah Air pun tinggi. Diikuti sepanjang April, ada tren profit action oleh beberapa perusahaan dan agenda pemerintah untuk bayar utang menggunakan dollar.

Lana menilai, pelemahan rupiah tidak berkaitan dengan kondisi fundamental Tanah Air, mengingat kondisi ekonomi negara masih cukup baik. "Rupiah kita pernah tembus Rp 14.600 di 2016, fundamental engga apa-apa tuh," ungkapnya.

Menurutnya, selama depresiasi rupiah masih dalam batas wajar, pemerintah tidak perlu bertindak. Hanya saja, Bank Indonesia (BI) diminta untuk tetap menjaga pasar, sekaligus memastikan kapan waktu yang tepat untuk intervensi.

"Kita pernah terdepresiasi 3,5%-4% secara rata-rata, sementara saat ini 1% pun belum secara rata-rata. Selama belum ke sana (3,5%-4%), pemerintah baiknya tidak melakukan apa-apa, karena serba salah. Kalau keluarkan statemen, justru bisa buat pasar berfikir pemerintah panik," jelasnya.

Lana memperkirakan, selama bank sentral ada di pasar untuk intervensi, maka pergerakan rupiah memungkinkan berada pada kisaran Rp 13.780-Rp 13.880 per dollar AS.

(Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Waspada, rupiah sudah sangat dekat dengan level Rp 14.000 per dollar AS)


Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved