Dua Bocah Di Bandung Dibacok Perampok, Anak 13 Tahun Dapat 32 Jahitan Di Kepala

Kedua bersaudara ini, rumahnya disantroni perampok yang tega membacok bagian kepala kedua anak yang masih di bawah umur tersebut.

Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUN JABAR/DANIEL ANDREAND DAMANIK
Kedua anak yang menjadi korban pembacokan oleh perampok masih menjalani perawatan di RS Santosa, Kota Bandung, Rabu (25/4/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Adinda (13), dan adik laki-lakinya Zaki (3,5) mengalami peristiwa mengejutkan pagi tadi, Rabu (25/4/2018).

Kedua bersaudara ini, rumahnya disantroni perampok yang tega membacok bagian kepala kedua anak yang masih di bawah umur tersebut.

 

"Adinda mengalami 32 jahitan, Zaki delapan jahitan di bagian kepala," kata Ibu korban, Muntamah (35) di ruang perawatan RS Santosa Kopo, Kota Bandung , Rabu (25/4/2018).

Saat ditemui TribunJabar.id di ruang perawatan, Adinda terlihat tertidur dan terbangun sejenak saat ibunya bertanya kondisinya.

"Masih pusing," kata Adinda merespon pertanyaan ibunya dan kembali melanjutkan tidurnya.

Adinda Hermawati (13) menjalani perawatan di RS Santosa, Kota Bandung, Rabu (25/4/2018).
Adinda (13) menjalani perawatan di RS Santosa, Kota Bandung, Rabu (25/4/2018). (TRIBUN JABAR/DANIEL ANDREAND DAMANIK)

Muntamah mengatakan, bahwa putrinya yang menjadi korban, mengaku masih takut dan pusing.

Adinda yang  kini dirawat di RS Santosa Kopo, menjadikannya tidak bisa mengikuti Ujian Sekolah di sekolahnya, SDN Rancapanjang.

Berbeda dengan Zaki, bocah berusia 3,5 tahun ini terlihat sudah aktif berlarian hingga keluar dari ruangan perawatan tanpa menghiraukan selang infus dan perban putih yang menutupi bagian belakang kepalanya.

Zaki Almail Zamil (3,5) menjalani perawatan di RS Santosa, Kota Bandung, Rabu (25/4/2018).
Zaki (3,5) menjalani perawatan di RS Santosa, Kota Bandung, Rabu (25/4/2018). (TRIBUN JABAR/DANIEL ANDREAND DAMANIK)

Berulang kali Zaki keluar masuk ruang perawatan dan sesekali mencoret-coret buku gambar miliknya.

Seperti tidak merasakan sakit, Zaki terus beraktivitas di sekitar ruangan dan luar ruangan.

Di tempat yang sama, seorang Dokter masuk ke ruangan tempat Adinda dan Zaki dirawat.

Dokter tersebut bertanya apakah anak Muntamah pernah muntah setelah kejadian.

"Iya Dokter, tadi pagi Zaki dan Adinda sempat muntah," kata Muntamah kepada Dokter yang memeriksa kedua anaknya.

Tidak banyak informasi yang diperoleh TribunJabar dari ibu korban.

Dari wajahnya terlihat bahwa Muntamah masih merasakan syok dan bola matanya terlihat sayu.

Menjawab pertanyaan yang disampaikan TribunJabar.id, Muntamah hanya menjawab singkat.

"Saya berharap, pihak Kepolisian bisa menangkap pelaku perampokan yang tega melukai kedua anak saya," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved