Breaking News:

Anggota Brimob Ditusuk

5 Fakta Bripka Marhum Prencje Tewas Ditusuk Teroris, Pisau Disembunyikan di Tempat Tak Lazim

Rupanya korban sempat melakukan penggeledahan dan tidak menemukan senjata tajam yang dibawa oleh korban.

Facebook
Bripka Marhum Prencje 

Tak hanya itu, ada juga foto semasa hidup korban yang diposting di akun Facebook.

Ada dua foto, satu foto TS terlihat mengenakan kain sarung dan baju koko.

Kemudian foto satunya lagi, TS sedang mengenakan kaus hijau dan celana loreng.

Baca: Serem ! Ternyata Ini Rencana B Polisi di Mako Brimob Jika Napi Teroris Tak Menyerahkan Diri

4. Curhatan Pilu Sang Anak Bripka Marhum Prencje

Duka mendalam menyelimuti keluarga Bripka Marhum Prenje.

Satu di antaranya adalah dirasakan oleh sang anak, Mohammad Fadillah.

Melalui akun Instagramnya, Mohammad Fadillah menumpahkan kesedihannya karena meninggalnya sang ayah.

Unggahan yang berasal dari postingan sanak keluarganya itu pun dibagikan kembali oleh Fadil.

Dalam unggahan tersebut terlihat potret sang ayah yang sedang mengarahkan pandangannya ke kamera.

Bripka Marhum Prenje itu pun tampak mengenakan kaus berwarna abu-abu.

Ia terlihat menggenggam tangan kanannya dan menunjukkannya ke kamera.

Unggahan tersebut juga dilengkapi dengan tulisan sedih yang berasal dari sanak keluarganya.

Kami sayang om prenje
tapi tuhan jauh lebih
sayang

Unggahan anak Bripka Marhum Prencje
Unggahan anak Bripka Marhum Prencje (Instagram story)

Sebuah stiker yang menandakan rasa cinta pun disematkan pada unggahan itu.

Tak hanya membagikan postingan tersebut, anak mendiang Bripka Marhum Prenje itu pun menuliskan kalimat sedih lainnya.

Ia menuliskan itu seolah menandakan bahwa dirinya telah ikhlas atas kepergian mendadak sang ayah.

Selamat jalan bos besar
aku selalu bersama

Unggahan anak Bripka Marhum Prenje
Unggahan anak Bripka Marhum Prenje (Instagram story)

5. terduga Teroris Pernah jadi Pekerja Bangunan

Keluarga Tendi Sumarno (23), pelaku penusukan anggota Brimob Bripka Marhum Prencje di Mako Brimob Kelapa Dua Depok tak menyangka Tendi tewas mengenaskan.

"Enggak menyangka anak saya jadi terlibat peristiwa seperti ini karena selama ini anak saya sangat baik, anak baik layaknya anak ke orangtua," kata Warsiti (50), via ponselnya Jumat (11/5).

Warsiti merupakan keluarga transmigran namun kembali ke Subang puluhan tahun lalu saat suaminya meninggal.

"Kami kembali kesini saat Tendi sekolah kelas 4 SD. Dia lulus SMA 2013 dan pada 2015, dia kerja di proyek bangunan di Jakarta," kata Warsiti.

Baca: Tewas Ditusuk Saat Jaga Mako Brimob, Begini Sosok Bripka Marhum Prencje : Abangku Humoris

Ia mengaku tahu kejadian tersebut justru bukan karena kasus berkaitan dengan terorisme dan mengetahuinya di tayangan televisi.

"Justru saya semula tahunya karena kecelakaan kerja. Pas lihat di TV baru tahu kejadian sebenarnya," kata Warsiti.

Sejak dua tahun terakhir bekerja di Jakarta, Tendi diakuinya jarang pulang ke rumah sehingga, keluarga tidak mengetahui detail perubahan sikap Endi.

Apalagi perubahan sikap yang berkaitan dengan ciri-ciri seorang radikalis.

"Jarang pulang, paling setahun sekali pulang. Sehari, lalu pergi lagi. Jadi saya tidak tahu perubahan sikapnya bagaimana," kata dia.

Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved