Erupsi Gunung Merapi

Video Kepanikan Pendaki Saat Gunung Merapi Erupsi, Sedang Masak Berlindung Di Pohon Kecil

Menurut Sutopo dalam keterangan postingannya, jalur mendaki ke Gunung Merapi untuk sementara ditutup.

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya
Twitter
Gunung Merapi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada Jumat (11/5/2018).

Erupsi terjadi sekitar pukul 07.50 WIB.

Edi Danarto, Tim reaksi Cepart BPBD DIY mengatakan bahwa erupsi terjadi selama 30 menit.

"Untuk erupsi benar terjadi. 30 menit yang lalu," katanya seperti dikutip dari Kompas.com.

Saat asap keluar dari Gunung Merapi rupanya ada sejumlah pedaki di atas.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengunggah videonya di akun Twitter.

Di video tampak seorang sedang mengaduk-aduk sayuran di dalam sebuah tempat.

Baca: Dampak Erupsi Gunung Merapi, Bandara Adisutjipto Ditutup hingga Pukul 16.30

Baca: Foto-foto Erupsi Gunung Merapi Hasil Jepretan Warga, Kegagahan Bercampur Ngeri

Tenda juga sejumlah peralatan lainnya juga terlihat masih terhampar di sekitarnya.

Tak lama, kamera dialihkan ke arah puncak Gunung Merapi.

Menurut Sutopo dalam keterangan postingannya, jalur mendaki ke Gunung Merapi untuk sementara ditutup.

Saat Gunung Merapi erupsi, ada 160 orang pendaki yang ada di bawah puncak kawah Gunung Merapi.

"Sekitar 160 orang pendaki saat berada di bawah puncak kawah Gunung Merapi saat terjadi erupsi.

Saat ini semua pendaki dievakuasi.

Tidak ada korban jiwa.

Jalur pendakian Gunung Merapi ditutup untuk sementara waktu." jelas Sutopo dalam keterangan postingan.

Tak hanya video, Sutopo juga mengunggah foto terkini kawah Gunung Merapi pasca erupsi.

"Inilah kondisi kawah Gunung Merapi pascaerupsi freatik pada 11/5/2018 pagi.

Erupsi hanya sekali dan sesaat.

Tidak ada erupsi susulan.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi tetap normal.

Status Normal (level I).

Tidak perlu ada pengungsian."

Baca: Ini Video Gunung Merapi yang Meletus Setinggi 5.500 Meter dengan Disertai Suara Gemuruh

Melansir Kompas.com, BPBD juga mengingatkan warga di sekitar kawah untuk segera mengungsi.

"Warga yang tinggal di radius 5 km dari kawah Merapi diharapkan segera turun dan mengungsi," tuturnya.

Operator Pusadalops BPDB Magelang, Kristian yang dihubungi Kompas.com menambahkan, letusan yang terjadi di Gunung Merapi adalah freatik, yaitu letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu oleh tekanan gas yang berada di bawah permukaan.

"Itu letusan freatik. Untuk letusan seperti ini tidak ada wedhus gembel," kata Kristian. Terkait tinggi letusan, Kristian mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi. "Kami pantau terus perkembangannya dan akan kami rilis via media sosial," tandas Kristian.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved