Surabaya Diteror Bom

Diajak Orangtua Lakukan Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya, Tak Disangka Remaja Ini Murid Berprestasi

Selain ketua OSIS, Firman juga pernah mengikuti ekstrakurikuler silat dan futsal.

ist/sumber kepolisian
Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Firman Halim (16), anak pelaku bom bunuh diri di Gereja Surabaya dikenal punya kepemimpinan dan tanggung jawab, yang diketahui dari saat dia menjabat sebagai ketua Osis di sekolahnya.

 Hal itu diungkapkan oleh Ida, wali kelas Firman Halim di satu sekolah swasta di Surabaya kepada TribunJatim.com, Senin (14/5/2018).

Seperti yang diketahui, Firman Halim merupakan anak kedua dari pasangan Dita Suprianto dan Puji Kuswati, yang seluruh keluarganya tewas akibat dugaan pengeboman gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

"Firman pernah menjadi Ketua Osis saat kelas dua, anaknya disiplin dan tanggung jawab," ujar Ida, Senin (14/5/2018).

Baca: Ngeri! Mantan Teroris Bocorkan Pesan Rahasia Dibalik Bom Bunuh Diri Surabaya Oleh Wanita dan Anaknya

Selain itu, Firman juga pernah mengikuti ekstrakurikuler silat dan futsal.

"Kalau kelas tiga sudah tidak bisa ngambil, karena sibuk ujiannya," ungkap Ida sambil mengusap air matanya.

Ida sampai sekarang tak menyangka jika anak didiknya meninggal dunia.

"Padahal dia sudah menjalani Unas dan UASBM (Ujian Akhir Sekolah Berbasis Madrasah), satu bulan lagi Firman ikut wisuda," sesal Ida.

Baca: Cerita Anak Kecil yang Bangkit Usai Bom Di Polrestabes Surabaya, Ada Tulisan Ini Di Celana Dalam

Ia menambahkan, ini adalah ujian yang luar biasa bagi dirinya selaku wali kelasnya.

"Ini ujian yang luar biasa menjelang bulan Ramadan," tukasnya.

(TribunJatim.com/ Aqwamit Torik)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved