Breaking News:

Tak Cuma Bikin Gatal, Gigitan Nyamuk Juga Bisa Pengaruhi Kekebalan Tubuh Lho

Saat nyamuk menggigit tubuh kita, mereka tidak sekedar menghisap darah serta meninggalkan rasa gatal yang tak kunjung reda.

Tribun Bali
Nyamuk Aedes Aegypty 

Mereka lantas membandingkannya dengan tikus yang belum digigit nyamuk.

Rupanya pendekatan ini memberikan hasil yang mengejutkan.

"Kami menemukan bahwa air liur yang dibawa nyamuk menyebabkan respon kekebalan tubuh menjadi bervariasi dan rumit yang tidak bisa kami antisipasi," ujar Dr. Silke Paust, peneliti yang terlibat dalam studi ini.

Air liur nyamuk membuat tingkat serta aktivitas sel kekebalan pada titik waktu tertentu tidak teratur.

Baca: Wanita Banyumas Tewas Diserang King Kobra, Panji Petualang Bagikan Tips Agar Ular Tak Masuk Rumah

Ada sel yang aktivitas meningkat kala sel imun lain aktivitasnya menurun.

Selain itu peneliti juga menemukan bukti bahwa pengaruh ini bisa berlangsung hingga tujuh hari semenjak digigit nyamuk dan meliputi berbagai jaringan, termasuk darah, kulit, sumsum tulang.

Ini adalah bagian yang menarik dari penelitian.

Bahwa efeknya bisa bertahan lama.

Baca: Viral! Sandal Bertuliskan Huruf Arab, Netter Marah Kira Ayat Suci, Ternyata Begini Artinya

Para peneliti akan melanjutkan penelitian ini dengan menyelidiki 100 protein yang terdapat dalam air liur nyamuk yang berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh manusia atau penularan virus.

Mengidentifikasi protein ini dapat membantu merancang strategi memerangi penularan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti demam berdarah, zika dan sebagainya.

Halaman
123
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved