Dilarang Berjualan Saat Puasa, Pedagang di Jalur Alternatif Gunung Geulis Pilih Percantik Warung

Pantauan TribunnewsBogor.com, Rabu (23/5/2018), hampir semua lapak di wilayah tersebut terpantau tutup ditinggalkan pemilik.

Dilarang Berjualan Saat Puasa, Pedagang di Jalur Alternatif Gunung Geulis Pilih Percantik Warung
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Warga di jalur alternatif Gunung Geulis Bogor sedang memperbaiki warungnya selama dilarang berjualan saat bulan puasa, Rabu (23/5/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Memasuki bulan Ramadhan, warung-warung di Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor diwajibkan tutup oleh pemerintah desa setempat.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Rabu (23/5/2018), hampir semua lapak di wilayah tersebut terpantau tutup ditinggalkan pemilik.

Namun banyak pula pemilik lapak yang memilih untuk merenovasi sekaligus mempercantik lapak selagi tak beroperasi.

Seperti yang dilakukan oleh Yusuf dimana ketika ditemui tengah sibuk mengaduk semen di depan sebuah warung.

"Iya, ini mah mumpung ditutup aja, dibagusin dikit warungnya," ujar warga sekitar Yusuf (40), kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (23/5/2018).

Ia juga mengatakan bahwa memang untuk beberapa warung lainnya pun juga melakukan hal yang sama dengannya bahkan terpantau ada pula yang merombak ulang warungnya.

Yusuf menuturkan bahwa pelarangan itu berasal dari surat yang disebar luaskan dengan cara ditempel di tiap-tiap warung.

"Kita dikasih selebaran, ada suratnya, itu yang ditempel-tempel," katanya.

Dimana terpantau surat tersebut ditujukan kepada seluruh warung kopi, rumah makan, restoran di Desa Gunung Geulis untuk tutup selama bulan Ramadhan dan diperkenankan buka pukul 17.00 WIB.

Jika larangan tersebut tidak dipatuhi, di sana tertulis, maka pemilik lapak akan diberi sanksi.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved