Pengakuan Bocah SD yang Hamili Siswi SMP Di Tulungagung, Berhubungan Di Lokasi Ini

kedua pihak keluarga awalnya sepakat untuk menikahkan keduanya karena si siswi sudah mengandung 6 bulan.

Pengakuan Bocah SD yang Hamili Siswi SMP Di Tulungagung, Berhubungan Di Lokasi Ini
net
Ilustrasi bocah SD Pacaran 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung dan Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) melakukan asesmen kepada siswa SD dan siswi SMP yang berpacaran hingga hamil di luar nikah.

Kepala UPPA Polres Tulungagung Ipda Retno Pujiarsih mengatakan, kedua pihak keluarga awalnya sepakat untuk menikahkan keduanya karena si siswi sudah mengandung 6 bulan.

Namun keputusan itu akan diambil setelah proses asesmen dilakukan.

Menurut Retno, asesmen UPPA Polres Tulungagung ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan kedua anak tersebut dalam menyelesaikan masalah mereka.

“Kedua anak ini sering memanfaatkan rumah orangtua pihak laki-laki yang kosong,” kata Retno, Rabu (23/5/2018).

Sebelumnya, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Tulungagung Winny Isnaeni juga mengatakan hal senada.

Kedua pihak keluarga sepakat untuk menikahkan keduanya setelah kejadian itu.

Namun kantor urusan agama (KUA) setempat menolak karena calon mempelai pria dan wanita masih di bawah umur.

Selain itu, lanjut dia, pernikahan bukanlah jalan keluar.

“Dengan menikahkan keduanya belum tentu sebagai jalan keluar. Bisa menjadi lebih baik, bisa jadi justru situasi tambah keruh. Pernikahan ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Dan kedua ini masih anak-anak yang belum memahami arti sebuah pernikahan,” ungkap Winny.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved