Timbulkan Asap Setinggi 6000 Meter, Ini Video Letusan Freatik Gunung Merapi dari Atas Pesawat
Letusan freatik kembali terjadi pada Gunung Merapi sejak Kamis (24/5/2018) dini hari.
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
during flight at 31.000feet," tulisnya.
Berikut adalah video lengkapnya.
Penyebab seringnya letusan freatik Merapi
Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jateng dan DIY dalam beberapa hari terakhir mengalami 7 kali letusan freatik.
Hal ini dikarenakan tipisnya sumbat magma.
Apakah Gunung Merapi mengalami perubahan perilaku?
Kepala Seksi Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan, Gunung Merapi tidak mengalami perubahan perilaku.
Meski demikian, dia mengakui ada perbedaan letusan tahun 2006 dan 2010.
Erupsi magmatik 2006-2010 begitu saja ditandai aktivitas sesmik dan deformasi tanpa didahului freatik Namun jika ditarik ke beberapa abad lalu, ada pascaletusan tahun 1872 dan 1930.
Baca: Ternyata Hobi Makan Seafood Bisa Memperbesar Peluang Punya Anak
Kala itu pascaletusan magmatik terjadi beberapa kali letusan freatik.
"Seperti ini sudah terjadi beberapa waktu lalu yang mirip perilaku ini ada perilaku pasca letusan 1872 dan 1930," kata Agus di Kantor BPPTKG Yogyakarta, Rabu (23/5/2018) malam.
Dia menjelaskan, terjadinya perbedaan ini karena beberapa alasan diantaranya tidak ada sumbatan untuk melepaskan gas.
"Yang sekarang ini berbeda kemungkinan karena morfologi yang dihasilkan pasca letusan 1872, 1930 dan 2010 sama-sama membentuk kawah yang dalam sehingga sumbat dari magma (saat ini) tidak setebal 2006 (dan)2010 dengan sumbat lava yang lemah sehingga pelepasan gas secara mudah sehingga terjadi letusan freatik," tuturnya.
Adapun pascaletusan magmatik tahun 2006 Gunung Merapi memiliki kubah kawah yang runcing.
Sementara pascaletusan magmatik 2010 bentuk kubah kawah berubah tidak berbentuk runcing. (*)